Anggota JAD Diduga Mencapai Ribuan Orang

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 20 Jul 2017 13:12 WIB
terorisme
Anggota JAD Diduga Mencapai Ribuan Orang
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus, MTVN - octa

Metrotvnews.com, Bandung: Beberapa wilayah di Jawa Barat menjadi basis jaringan Jamaah Anshaar Daulah (JAD). Jumlah anggotanya mencapai kurang lebih 3.000 orang.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus di Bandung, Jumat 20 Juli 2017. Yusri mengaku mendapat informasi itu dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Adapun beberapa wilayah itu diantaranya Cianjur dan Bandung Raya. Ada juga kelompok lain dari JAD yang menjadi sel baru. Beberapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan JAD berafiliasi dengan Islamic State atau ISIS.

"Untuk JAD Cianjur itu, yang beberapa waktu lalu berhasil kami amankan di Sukabumi dan Cianjur. Mereka merencanakan penyerangan ke Polsek di Cianjur dan Polres Sukabumi," kata Yusri di Mapolda Jabar, Kota Bandung.

Anggota JAD Bandung Raya sudah dibekuk beberapa waktu lalu. Mereka merupakan tersangka pelaku teror yang meledakkan bom di kawasan Cicendo, Bandung dan Kampung Melayu, Jawa Timur.

"Kami amankan juga orang yang memberikan motivasi kepada para pelaku teror," bebernya.

Sedangkan sel baru jaringan JAD melakukan aksi teror di beberapa wilayah di Bandung. Misalnya Braga, Astana Anyar, gereja, dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Tapi mereka belum beraksi. Rencana itu digagalkan setelah polisi menangkap beberapa orang di Bandung.

Sel Baru Bergerak tanpa Arahan

"Sel-sel baru ini, masih kita kejar baru enam terduga teroris yang berhasil kami amankan. Termasuk AW yang menjadi otak pembuat dan perencanaan aksi teror di beberapa tempat yang berhasil kita amankan," terangnya.

Sel baru JAD, lanjut Yusri, bergerak sendiri tanpa arahan atau lone wolf. Mereka menggunakan media internet untuk mempelajari radikalisme dan membuat bom.

Beberapa hari lalu, polisi dan Densus 88 Antiteror menangkap enam terduga teroris yang berasal dari sel baru. Yaitu AW, AA, AR, KDR, RS, dan YC. Mereka kemudian dibawa ke markas Densus 88 Antiteror untuk diperiksa.

Saat ini, lanjut Yusri, polisi dan Densus tengah memetakan keberadaan JAD di Jabar. Yusri pun mengimbau warga peka dengan lingkungan. 

Utamanya, pendatang yang jarang bergaul. Biasanya, ungkap Yusri, pelaku teror enggan bergaul dengan masyarakat.

"Apabila ada gerak gerik yang mencurigakan. Masyarakat sebetulnya tahu mengenai hal ini, namun mereka enggan melapor," pungkasnya.


(RRN)