Lagi, Anggota Kelompok Buahbatu Ditangkap Densus

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 13 Jul 2017 18:59 WIB
ledakan bom
Lagi, Anggota Kelompok Buahbatu Ditangkap Densus
Penggeledahan rumah tinggal AR di Kampung Bojong Parigi, Desa/Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (13/7/2017). (Metrotvnews.com/Octavianus Sutrisno)

Metrotvnews.com, Bandung: Tim Densus 88, Polda Jawa Barat dan aparat kewilayahan menggeledah rumah di Kampung Bojong Parigi, Desa/Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis, 13 Juli 2017. Rumah ini ditinggali seseorang berinisial AR.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus mengatakan, AR terlibat dalam kasus ledakan bom panci di Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. Peran AR seperti dua terduga lain, AA dan Kdr, yang telah ditangkap kemarin.

Baca: Kelompok Buahbatu Rencanakan Aksi 16 Juli

"Mereka membantu AW membuat bom panci. Mereka juga secara bersama-sama merencanakan aksi teror di beberapa wilayah Kota Bandung," ungkap Yusri di lokasi penggeledahan.

AR ditangkap Tim Densus 88 di Jalan Bandir, Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, sekitar pukul 08.16 WIB.

Penggeledahan di sebuah rumah satu lantai tersebut, cukup memggegerkan warga sekitar wilayah tersebut.

Yuyun pemilik warung tak jauh dari lokasi penggeledahan mengaku kaget banyak polisi di lingkungannya. Rumah yang ditinggali AR juga dipasang garis polisi.

"Tadi pagi tidak ada apa-apa, kok tiba-tiba sore ini banyak polisi," ucap Yuyun kepada Metrotvnews.com, di depan warungnya.

Yuyun menerangkan, di rumah itu, AR tinggal bersama istrinya. Mereka juga sering datang dan berbelanja di warungnya. "Ini rumah bibinya, ditempati AR dan istrinya," tandasnya.

Baca: Kelompok Buahbatu Sempat Pasang Bom di Rumah Makan

Petugas kepolisian datang sekitar pukul 17.15 WIB. Hingga berita ini disusun, penggeledahan masih berlangsung.

Bom panci di Kecamatan Buahbatu meledak pada Sabtu, 8 Juli 2017. Bom meledak dengan sendirinya di rumah kontrakan di Kampung Kubang Bereum, Kelurahan Sekejati. Rumah itu ditinggali AW.

Pada kasus ini polisi telah menangkap empat orang. Mereka adalah AW, AA, Kdr, dan AR. Polisi menduga mereka adalah sel-sel JAD Bandung yang belum terstruktur.


(SAN)