Akses Masuk ke Jakarta Diperketat

Mulvi Muhammad Noor    •    Selasa, 18 Apr 2017 12:54 WIB
pilgub dki 2017
Akses Masuk ke Jakarta Diperketat
Rapat koordinasi pengamanan wilayah di Mapolresta Bogor Kota, Selasa 18 April. (Foto:Metrotvnews.com/Mulvi)

Metrotvnews.com, Bogor: Sedikitnya 3.300 personel gabungan TNI/Polri dan pemerintah daerah bakal dikerahkan untuk membantu pengamanan wilayah perbatasan di Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal ini berkaitan dengan Pilkada DKI Jakarta yang diwarnai wacana aksi Tamasya Al-Maidah. 

Sebagai langkah persiapan, personel gabungan melakukan gelar pasukan di masing-masing wilayah. Di Kota Bogor, gelar pasukan dilakukam di Lapangan Pusat Pendidikan Zeni, di Jalan Sudirman. Sementara di Kabupaten Bogor, gelar pasukan berlangsung di Lapangan Tegar Beriman. 

Kabag Ops Polresta Bogor Kota, Komisaris Tri Suhartanto memaparkan, sebanyak 700 personel gabungan disiagakan untuk pengamanan ini. Mereka akan disebar di sejumlah titik akses keluar Kota Bogor menuju Jakarta. 

"Penempatan personel dilakukan di titik-titik keluar-masuk baik dari kota maupun Kabupaten Bogor," kata Tri di Mapolresta Bogor Kota, Selasa 18 April 2017. 

Dalam paparan rapat koordinasi di Mapolresta Bogor Kota, tedapat sejumlah titik penempatan personel. Di antaranya, Jalan Jakarta-Bogor, Simpang Ciawi, Simpang Yasmin, Simpang Bubulak, serta akses keluar-masuk Tol Lingkar Luar Bogor.

Pengamanan ketat juga dilakukan di Terminal Baranangsiang serta Stasiun Bogor. "Penempatan personel akan dimulai hari ini," ucap Tri. 

Tri menjelaskan, pihaknya belum mengetahui jumlah massa dari Kota Bogor yang akan berangkat ke Jakarta. Pihaknya mengimbau masyarakat tidak mengikuti aksi. 

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika mengatakan, sebanyak 2.600 personel gabungan TNI/Polri dan Pemda akan dikerahkan dalam pengamanan di hari pencoblosan Pilkada DKI. Personel gabungan akan ditempatkan di perbatasan Kabupaten Bogor, gerbang tol, stasiun kereta, dan terminal bus. 

"Setidaknya, kami bisa melakukan pencegahan terhadap upaya provokator yang ingin menggangu kondusivitas khususnya di Kabupaten Bogor. Karena ini daerah penyangga, kita bertanggung jawab mengamankan ibu kota," pungkas Andi.

Sebelumnya, beredar selebaran yang mengajak warga luar Jakarta mengikuti Tamasya Al-Maidah. Tujuannya, mengawasi proses pemilihan Pilkada DKI yang digelar pada 19 April.
 
Dalam poster tersebut dijelaskan, program Tamasya Al Maidah adalah aksi bela Islam. Panitia acara mengajak umat Islam di luar Jakarta mendatangi TPS-TPS di Ibu Kota.

Polda Metro Jaya bersama KPU DKI dan Bawaslu DKI mengeluarkan maklumat bersama. Isinya, larangan mobilisasi massa pada hari pemungutan suara putaran dua Pilkada DKI Jakarta. Warga yang nekat datang bakal dipulangkan.


(SAN)