Setelah Asian Games, Venue Pentathlon bukan Tanggung Jawab Pemkab

Hendrik Simorangkir    •    Kamis, 06 Sep 2018 14:53 WIB
olah raga
Setelah Asian Games, Venue Pentathlon bukan Tanggung Jawab Pemkab
Petugas menunjukkan arena pentathlon di Kabupaten Tangerang yang digunakan saat Asian Games 2018, Medcom.id - Hendrik Simorangkir

Tangerang: Kabupaten Tangerang, merupakan salah satu wilayah yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Gelaran itu menjadi cambuk bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk meningkatkan fasilitas maupun sarana pendukung kegiatan olahraga.

Pada 31 Agustus 2018, atlet dari sembilan negara bertanding Pentathlon di Sekolah Adria Pratama Mulya (APM), Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Memang, venue itu milik pribadi. Namun peran pemerintah pun tak bisa dilepaskan.

Baca: Venue Pentathlon Berbenah Jelang Asian Games

Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupatan Tangerang Achmad Taufik mengatakan, pemerintah mendukung kegiatan positif, termasuk olahraga. Venue itu memang milik pribadi. Namun, Pemkab juga turut serta dengan mengembangkan sarana pendukung seperti jalan menuju venue.

"Biarpun venue milik pribadi, Pemkab Tangerang enggak menutup mata, karena ini untuk mendukung kemajuan olahraga Indonesia juga. Kami turut membantu melebarkan akses jalan menuju venue, yang awalnya hanya dilalui satu arah sekarang bisa dilalui dua arah, dan menyiapkan berbagai pendukung lainnya seperti pemasangan berbagai spanduk dan baliho untuk menyukseskan acara itu," ujar Taufik di Tangerang, Kamis, 6 September 2018.

Terkait perawatan usai perhelatan Asian Games, Taufik menjelaskan, fasilitas di venue tersebut sepenuhnya diambil oleh pihak APM. "Pemkab Tangerang tak punya hak untuk itu (perawatan) karena milik pribadi. Tapi, kalau diminta bantu, akan kami bantu, apakah itu dari pengembangan venue maupun lainnya," katanya. 

Taufik menambahkan, pihaknya pun tidak bisa sembarang menggunakan arena yang tersedia di venue itu. Pemkab Tangerang harus terlebih dahulu berkoordinasi kepada pihak APM jika ingin menggunakan salah satu fasilitas.

"Jika mau menggunakan salah satu arena, kami harus izin dan memenuhi persyaratan yang diberikan APM terlebih dahulu. Tapi, lumayan repot juga, makanya kami lebih memilih fasilitas yang telah kami punya saja, jika ingin menggelar olahraga," jelas Taufik.

Saat ini, menurut Taufik, Pemkab Tangerang baru memiliki beberapa fasilitas olahraga yang bertaraf nasional. Kedepannya, ia berharap semua venue kegiatan olahraga bertaraf nasional hingga internasional akan dihadirkan di Kabupaten Tangerang. 

"Jadi, kalau nanti ada even internasional seperti Pentathlon lagi, kami berharap kedepannya sudah kami miliki sendiri. Saat ini, ada beberapa venue bertaraf nasional yang kami miliki seperti Sport Center di Kelapa Dua," kata Taufik. 



(RRN)