RS Marzoeki Mahdi Bogor Siapkan Kamar untuk Caleg Stres

Dede Susianti    •    Kamis, 27 Sep 2018 18:23 WIB
pileg
RS Marzoeki Mahdi Bogor Siapkan Kamar untuk Caleg Stres
Suasana atau salah satu ruang konsultasi atau pemeriksaan untum pasien gangguan kejiawaan di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi, di Jalan dr Sumeru, Kota Bogor. MI/Dede Susianti

Bogor: Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM), rumah sakit jiwa yang kini menjadi rumah sakit umum, menyiapkan kamar-kamar perawatan untuk para calon legislatif (caleg), yang mengalami sakit kejiwaan depresi atau stres, akibat gagal dalam pemilihan.

Direktur RSMM Bambang Eko Sunaryanto mengatakan penyediaan kamar kemungkinan akan ditambah. "Yang disediakan sekarang, dua kamar VIP dan lima kamar kelas I. Tapi akan ada penambahan bila nantinya kamar yang ada, tidak memadai dan kurang dari kapasitas," kata Eko, Kamis, 27 September 2018. 

Bambang menyebut, meski pada faktanya sejauh ini, di Kota Bogor, sedikit sekali pasien gangguan kejiwaan dari para calon legislatif yang rawat inap. Hal ini merujuk pada pesta politik periode sebelumnya.

Namun demikian, kata Bambang, pada saat itu pihaknya juga telah memeriksa kejiwaan sejumlah caleg gagal dalam pemilihan.

"Ruang rawat inap ini disediakan bagi pasien yang mengalami gangguan kejiwaan, khususnya bagi pasien yang cukup mampu. Termasuk bagi pasien-pasien para calon anggota legislatif, yang karena berbagai masalahnya mengalami gangguan kejiwaan,"ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Bambang menyebutkan, pihaknya atau rumah sakit yang dikelolanya, adalah satu-satunya rumah sakit yang ditunjuk atau rujukan pemeriksaan atau tes kejiwaan sebelum pencalonan.

Pada saat itu, jelasnya, para calon anggota legislatif tersebut berkepribadian baik. Mereka juga dinilai memiliki mental yang dinyatakan siap dalam menghadapi problema dari pencalonannya tersebut.

Namun demikian pihaknya tetap melakukan antisipasi. Karena berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya atau Pilpres dan Pileg 2014, tetap saja ada caleg yang mengalami gangguan kejiwaan.

"Ini merupakan antisipasi pihak kami, menghadapi kemungkinan itu terjadi. Meski secara umum, daya tahan kejiwaan para caleg tersebut cukup baik. Karena para caleg berpendidikan dan secara ekonominya cukup baik," pungkasnya.



(ALB)