Pemprov Jabar Imbau Pengemudi Daring Taati Permenhub

Jaenal Mutakin    •    Kamis, 01 Feb 2018 16:10 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Pemprov Jabar Imbau Pengemudi Daring Taati Permenhub
Foto ilustrasi. (Ant/Puspa Perwitasari)

Bandung: Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Barat Dedi Taufik meminta semua pihak mematuhi Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang transpostasi daring. Beleid itu berlaku terhitung hari ini, Kamis, 1 Februari 2018. 

"Karena sudah konsensus nasional yang ditetapkan Menteri Perhubungan, terutama pelaku transportasi online, mulai dari kuota kendaraan, tarif, penanda mobil, dan lainnya," ujar Dedi, di Bandung, Rabu 31 Januari 2018. 

Selama penerapan permenhub, bila ada masukan, dia meminta disampaikan secara tertib untuk menjadi bahan evaluasi.

Pemprov Jabar telah menetapkan kuota taksi daring sebanyak 7.709 unit. Dari ribuan unit tersebut, sebanyak 604 unit belum memenuhi kelengkapan aspek hukum dan regulasi

"Antara lain berbadan hukum minimal lima kendaraan dan sesuai SIUP dan TDP, kami dorong segera penuhi persyaratan tersebut demi kenyamanan bersama," ujarnya. 

Lebih lanjut, kata Dedi, seleksi dilakukan objektif oleh tim yang beranggotakan dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, Organda, Jasa Raharja, Dinas Koperasi, DPMPST, dan pemerhati transportasi. Sementara, mekanisme pemberian kuota dilakukan bertahap untuk jangka lima tahun dan evaluasi sekurang-kurangnya satu tahun

"Seluruhnya juga berbasis lingkungan legalitas formal, antara lain hasil penghitungan menggunakan metode regresi linier sesuai Permenhub 108 Tahun 2017, berita acara rapat pembahasan tanggal 17 Juli 2017, kajian dan usulan dari Kabupaten/Kota, serta surat dari Organda Jawa Barat tanggal 10 November 2017 tentang usulan wilayah operasi, jumlah kuota, dan tarif," tambahnya. 

Taksi daring yang boleh beroperasi di wilayah Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, kabupaten Bandung Barat dan Sumedang) sebanyak 4.542 kendaraan, di Cirebon Raya (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Indramayu) 1.343 Kendaraan, di Purwasuka (Kabupaten Purwkarta, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang) 527 Kendaraan.

Kemudian di Sukabumi (Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur) 723 kendaraan dan Pringan (Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran) 574 Kendaraan.


(LDS)