Ridwan Kamil Tertinggi untuk Kembali Jadi Walkot Bandung

Roni Kurniawan    •    Senin, 16 Oct 2017 15:23 WIB
pilkada 2018
Ridwan Kamil Tertinggi untuk Kembali Jadi Walkot Bandung
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam sebuah kesempatan wawancara. Foto: MTVN/Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Ridwan Kamil masih menjadi unggulan untuk maju sebagai Wali Kota Bandung pada Pilkada 2018 nanti. Bahkan nama Ridwan Kamil menempati posisi paling atas dalam survei yang dilakukan Indonesia Strategic Institute (INSTRAT) dibandingkan nama lainnya seperti Oded M Danial dan Nurul Arifin.

"Nama Ridwan Kamil masih ada paling atas dibandingkan bakal calon Wali Kota Bandung lainnya seperti Mang Oded, Nurul Arifin maupun Fiki Satari," kata analis senior INSTRAT, Adi Nugroho, dalam diskusi 'Masa Depan Panggun Kepemimpinan Kota Bandung 2018' di De Pavilijoen Hotel, Jalan Martadinata, Kota Bandung, Senin 16 Oktober 2017.

Berdasarkan hasil survei, warga yang menginginkan pria yang akrab disapa Emil ini sebanyak 30,9 persen. Sedangkan Mang Oded hanya 9 persen.

"Fiki Satari itu ada di 5,7 persen. Artinya publik masih menginginkan Ridwan Kamil untuk menjadi Wali Kota Bandung meskipun telah menyatakan untuk maju ke Pilgub Jabar 2018 nanti," tutur Adi.

Hal itu dikatakan Adi, berbagai perubahan di Kota Bandung menjadi alasan warga untuk memilih kembali Emil. Bahkan warga pun sangat puas dengan kinerja Emil terutama kemudahan untuk berinteraksi guna menyampaikan keluhan.

"Banyaknya perubahan seperti taman, trotoar dan yang lainnya menjadi alasan warga ingin Ridwan Kamil kembali jadi Wali Kota Bandung meskipun kemacetan masih menjadi hal ketidakpuasan warga," urai Adi.

Munculnya nama Emil pun diyakini Adi akan menjadi pekerjaan berat bagi bakal calon Wali Kota Bandung selanjutnya. Sebab, Emil tidak mungkin kembali maju di Kota Bandung dan tengah konsen untuk maju ke Pilgub Jabar.

"Ini akan jadi tugas berat untuk pemimpin selanjutnya. Karena parameter Kota Bandung tertuju ke Ridwan Kamil," pungkasnya.

Survei dilakukan pada September 2017terhadap 500 responden warga yang meliputi 151 Kelurahan dan 30 Kecamatan di Kota Bandung. 


(ALB)