26 Penyalur TKI Terbukti Pungut Dana Lebih

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 14 Oct 2016 17:21 WIB
tki
26 Penyalur TKI Terbukti Pungut Dana Lebih
Ilustrasi. Foto: Antara/Lucky R.

Metrotvnews.com, Cirebon: Sebanyak 26 Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) atau Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) terbukti memungut dana lebih terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Hongkong.

Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Hariyanto, mengatakan ada 96 kasus yang dilaporkan terkait kasus ini. Biaya penempatan TKI di Hongkong normalnya Rp14 juta. Namun, TKI harus membayar hingga Rp35 juta. Biaya tersebut nantinya diambil dari pemotongan gaji

“PJTKI juga sudah meminta biaya penempatan itu dari majikan masing-masing TKI di Hongkong,” ujar Hari, saat ditemui Metrotvnews.com, di Cirebon, Jumat (14/10/2016).

SBMI mengaku memiliki bukti cukup untuk menjerat 26 penyalur TKI itu. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke BNP2TKI dan Kementerian Tenaga Kerja. BNP2TKI sudah mengeluarkan sanksi bagi 26 penyalur TKI itu berupa penundaan layanan.

terbongkarnya praktik ini bermula dari laporan sejumlah TKI di Hongkong kepada SBMI Hongkong. SBMI Hongkong bahkan  pernah memenangi dua kali persidangan terkait masalah ini.

“Dari dua kasus tersebut, masing-masing TKI mendapat ganti rugi dari agensi Rp36 juta,” kata Hari.

Menurutnya, pemungutan biaya berlebih atau overcharging merupakan praktik yang sudah berlangsung lama, tapi susah diberantas.

Berikut 26 PJTKI yang mendapatkan sanksi BNP2TKI:
1. PT Permai Indonesia
2. PT Alghoniy
3. PT Anton Bintan Permai.
4. PT Armina Mitra Karya
5. PT Arni Family
6. PT BIM
7. PT Citra Catur Utama Karya
8. PT Dewi Pengayoman Bangsa
9. PT Graha Putra Malindo
10. PT Gunawan Sukses Abadi
11. PT Iin Era Sejahtera
12. PT Maharani Tri Utama Mandiri
13. PT Maju Putra Dewangga
14. PT Mangga Dua Jakarta
15. PT Mutiara Putra Utama
16. PT Orienta Sari Mahkota
17. PT Putra Bragas Mandiri
18. PT Sado Sakti Jaya
19. PT Sanjaya Thanry Bahtera
20. PT Sarana Insan Mandiri
21. PT Sinar Rahayu Kediri
22. PT Sukses Mandiri Utama
23. PT Suma Jaya Jakarta
24. PT Tata Atlas Masterindo
25. PT Tegar
26. PT Tritama Bina Karya


(UWA)