Pemkot Bandung Beli Angkot dengan Anggaran Rp10 Miliar Tahun Ini

Roni Kurniawan    •    Selasa, 07 Jun 2016 14:41 WIB
angkutan umum
Pemkot Bandung Beli Angkot dengan Anggaran Rp10 Miliar Tahun Ini
Angkutan Kota Bandung (Foto: MTVN/Jaenal Mutakin)

Metrotvnews.com, Bandung: Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk membeli angkutan kota. Dana itu dialokasikan untuk membeli angkot selama 2016 dalam program konversi angkot ke bus dengan perbandingan 3:1.
 
"Yang sudah dianggarkan dananya untuk tahun ini (2016) Rp10 miliar," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (7/6/2016).
 
Menurut Didi, Dishub Kota Bandung belum bisa memastikan angkot yang akan dibeli dengan anggaran sebesar itu. Sebab, harga angkot yang akan dibeli itu harus sesuai dengan kualitas saat ini dan uji kondisi mesin mobil.
 
"Kalau untuk harga mobil tentu kami akan uji kir dulu. Misalnya kalau harga mobil itu Rp100 juga di dealer tapi pas uji kir kualiatasnya tinggal 50 persen. Ya, jadi mobil itu harganya Rp50 juga misalnya," tutur dia.

Didi mengaku masih mengkaji untuk membeli angkot Bandung itu. Pasalnya, selain membeli angkot, Pemkot Bandung pun harus membeli trayek yang digunakan angkot itu. Untuk itu pihaknya memastikan pemilik angkot tidak akan menjual tanpa trayek.
 
"Mereka itu kan mahalnya dengan trayeknya juga. Karena mereka itu beli mobil dulu sama izin trayeknya. Nah, untuk izin trayek angkot itu tidak mudah," imbuh dia.
 
Akan tetapi, Didi akan berusaha melakukan berbagai kajian sebelum melakukan penawaran terhadap pemilik angkot. Terlebih hingga saat ini Pemkot Bandung belum melakukan sosialisasi secara langsung terhadap pemilik angkot.
 
"Tapi ini belum kami tawarkan ke mereka. Masih dikaji saja dulu. Karena dari segi regulasinya, kami hanya taksir itu mobil dengan kondisi berapa persen," pungkas dia.
 
Sebelumnya, Pemkot akan membeli semua angkot di Kota Bandung yang berjumlah 4.700 unit dari 38 trayek. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan menjalankan program konversi angkot ke bus dengan menggunakan perbandingan tiga angkot untuk satu bus. 



(TTD)