Gempa dan Tsunami di Palu

Pedagang Sayur Kumpulkan Uang Pulangkan Anaknya dari Palu

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 02 Oct 2018 19:20 WIB
Gempa Donggala
Pedagang Sayur Kumpulkan Uang Pulangkan Anaknya dari Palu
Asmat menunjukkan foto anaknya bersama suami dan cucunya yang menjadi korban di Palu, Medcom.id - Octa

Depok: Asmat mengkhawatirkan anak dan keluarganya yang kini menjadi korban bencana di Palu, Sulawesi Tengah. Asmat pun mengumpulkan uang untuk memulangkan anaknya, Fitria, dan keluarga ke Depok, Jawa Barat.

Asmat mengatakan Fitria berada di Palu karena mengikuti suaminya, M Irwan Safrudin, yang bekerja di sana. Fitria dan Irwan tinggal bersama anak mereka, Sakinah Rafanda Safrudin, yang masih berusia 5 tahun.

"Kabar terakhir kami dapat kemarin. Alhamdulillah anak saya bersama cucu dan suaminya selamat. Mereka hanya memiliki pakaian yang melekat di badan," ujar Asmat ditemui di rumahnya di Kecamatan Sukmajaya, Selasa, 2 Oktober 2018.

Baca: Korban Bencana Sulteng Tembus 1.234 Jiwa

Asmat mengaku khawatir. Ia pun mengusahakan agar Fitria dan keluarga segera pulang ke Depok. Ia mendapat sumbangan dari kerabat dan rekan-rekannya untuk memulangkan Fitria bersama keluarga.

"Saya mentransfer sejumlah uang tadi pagi ke rekeningnya. Semoga cukup untuk ongkos pulang ke Depok," harap pedagang sayur di Pasar Musi, Depok, itu.

Namun, Asmat mengatakan pemerintah memprioritaskan penerbangan keluar dari Palu untuk anak-anak dan perempuan. Sementara penerbangan untuk laki-laki belum dapat dilakukan.

Asmat mengatakan ia mendapat kabar bencana yang terjadi di Palu pada Jumat petang, 28 September 2018, tak lama setelah gempa dan tsunami mengguncang. Ia mendengar kabar itu setelah menonton tayangan di televisi.

"Kabar itu mengejutkan. Anak saya dan suami serta putri mereka ada di Palu," kisah Asmat.

Informasi yang didapat Asmat, Fitria beserta keluarganya berada di pengungsian. Mereka tak bermasalah dengan persediaan makanan.

"Cuma sulit mendapatkan air. Cucu saya jadi trauma. Mereka ingin pulang ke Depok tapi tak ada ongkos," ungkap Asmat.

Lihat video:
 


(RRN)