Resahakan Warga Bekasi, Preman dan Pengamen Dirazia

Antonio    •    Senin, 28 May 2018 13:52 WIB
pmks
Resahakan Warga Bekasi, Preman dan Pengamen Dirazia
Petugas menurunkan pengamen yang ditangkap dalam razia gabungan Polres Metro Bekasi Kota dan Satpol PP Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin 28 Mei 2018. Medcom.id/Antonio

Bekasi: Sejumlah preman dan pengamen yang biasa mengamen terjaring dalam razia gabungan yang dilakukan Polres Metro Bekasi Kota dan Satpol PP Kota Bekasi, Senin 28 Mei 2018. Mereka dinilai meresahkan warga.

Selain itu, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti gembel dan pengemis (gepeng) juga terjaring dalam operasi tersebut.

Mereka terjaring dalam razia di sejumlah titik yaitu di lampu merah Perumnas I, Pasar Kranji, Bekasi Barat, serta lampu merah Pekayon Jaya dan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan.

Kasat Sabhara Polres Metro Bekasi Kota AKB Sugeng Priyono mengatakan ada 12 orang yang diamankan dalam razia. Sebanyak 7 orang merupakan preman dan sisanya PMKS.

"Tentunya tujuannya baik dalam rangka bulan Ramadan ini maupun kegiatan yang rutin untuk menciptakan situasi Kota Bekasi yang kondusif," kata dia di Bekasi, Senin 28 Mei 2018.

Mereka dinilai meresahkan karena meminta-minta di lampu merah dan di pinggiran jalan. Belasan orang yang terjaring dalam operasi itu akan diseleksi untuk proses tindak lanjutnya. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bekasi.

Sedangkan preman yang digelendang petugas gabungan akan diperiksa Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota. Jika terbukti meminta uang secara paksa, mereka akan ditindak secara hukum.

"Kalau minta (uang) secara paksa, tentunya ada hal-hal yang mengarah ke kriminal," tuturnya.

Polrestro Bekasi Kota dan Satpol PP Kota Bekasi akan kembali melakukan razia gabungan untuk mengamankan preman yang belum terjaring dalam razia tersebut.


(SUR)