PDIP Sebut Aksi Melabrak Radar Bogor Spontanitas

Rizky Dewantara    •    Kamis, 31 May 2018 14:56 WIB
pdip
PDIP Sebut Aksi Melabrak Radar Bogor Spontanitas
Potongan video kader PDIP melabrak Radar Bogor. (ist)

Bogor: Ratusan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendatangi dan merusak properti kantor media Radar Bogor, di Gedung Graha Pena, Yasmin, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 30 Mei 2018 sore. Mereka kecewa dengan pemberitaan harian itu yang disebut memojokkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata mengatakan aksi itu terjadi spontan tanpa instruksi pimpinan. 

"Jika melalui intruksi saya, kader yang datang bisa mencapai ribuan orang. Jadi, itu spontanitas kader yang kesal dengan kalimat 'Ongkang-ongkang Kaki' pada judul halaman depan harian itu. (Kalimat itu) ditujukan ke Ketua Umum PDI Perjuangan (Megawati Soekarnoputri)," ucap Dadang kepada Medcom.id, Kamis, 31 Mei 2018. 

Dadang menegaskan PDIP sangat menghormati independensi pers dan Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dia mengaku semula berencana menempuh hak jawab dan hak koreksi sebagaimana disebut di Pasal 5 ayat 2 dan ayat 3, UU Pers. 

"Saat kami akan membuat hak jawab, tiba-tiba aksi spontanitas itu terjadi. Jadi, kami sampaikan sekali lagi, protes para kader hanya merupakan reaksi atas pemberitaan tanpa ada maksud lain,” bebernya.

Dadang mengaku telah berkomunikasi dengan redaksi Radar Bogor. Soalnya, penggunaan kata 'Ongkang-ongkang Kaki' terkait gaji Megawati Soekarnoputri sebagai ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di judul headline telah melukai kader. 

Dadang menyesalkan karena judul itu sangat tendesius. Menurutnya, 'Ongkang-ongkang Kaki' tak berbeda dengan penyebutan seorang yang tak bekerja tapi mendapat jatah.

"Saya juga sudah berkomunikasi dengan pihak Radar Bogor, dan sudah disadari kekeliruannya. Akan dilakukan klarifikasi pada penerbitan Radar Bogor edisi Kamis, 31 Mei 2018," ujarnya. 

Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja Anugrah menjelaskan tuntutan ratusan kader PDIP yang datang ke kantor Radar Bogor. Kedatangan mereka, kata dia, ingin meminta klarifikasi terkait pemberitaan headline Radar Bogor edisi Rabu, 30 Mei 2018,  yang berjudul 'Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta'.

Tegar mengaku menyepakati beberapa hal yang menjadi pertimbangannya untuk diklarifikasi. 

"Hal yang kami sepakati saat mediasi, yaitu klarifikasi bahwa Rp112 juta itu bukanlah gaji, melainkan penghasilan. Karena penghasilan itu terdiri dari beberapa variabel seperti tunjangan dan lain-lain. Hal itu kami klarifikasi pada koran yang terbit hari ini," papar Tegar kepada Medcom.id.

Tegar juga mengaku hal-hal yang sifatnya korektif masih bisa mengkoreksi. Tapi, ada beberapa permintaan lain yang menurutnya di luar kewenangan.

Meski demikian, ia sangat menyayangkan sikap arogan kader PDIP yang mendatangi kantor Radar Bogor. Mereka datang sambil mencaci maki dan merusak sejumlah properti kantor.

Ia menuturkan belum akan mengambil jalur hukum terkait tindakan perusakan itu. "Kami akan melakukan rapat bersama pimpinan untuk menentukan sikap Radar Bogor atas aksi perusakan itu," tandasnya.



(LDS)