Pemulangan 11 Korban Human Trafficking Tunggu Deportasi

P Aditya Prakasa    •    Jumat, 03 Aug 2018 18:42 WIB
perdagangan manusia
Pemulangan 11 Korban <i>Human Trafficking</i> Tunggu Deportasi
Ilustrasi perdagangan manusia, medcom.id - Syahmaidar

Bandung: Pemerintah kesulitan memulangkan 11 perempuan Indonesia yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Tiongkok. Salah satu alasannya yaitu mereka menikah dengan warga setempat. Lantaran itu, Pemerintah Indonesia menunggu Pemerintah Tiongkok untuk mendeportasi mereka.

"Deportasi memang jalan paling naif, rendah. Tapi tidak masalah. Yang penting targetnya tercapai. Korban pulang dengan selamat," kata Direktur Ditkrimum Kombes Pol Umar Surya Fana Polda Jawa Barat, di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jumat 3 Agustus 2018.

Umar mengatakan proses pemulangan 11 perempuan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Interpol, Kementerian Luar Negeri, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). 

Umar mengatakan, dalam pernikahan berbeda negara, salah satu syaratnya adalah rekomendasi dari kedutaan besar. Namun dokumen tersebut tidak dimiliki para korban, dan telah dipalsukan oleh para tersangka yang telah ditangkap belum lama ini.

"Korban juga menggunakan visa dan paspor kunjungan wisata dan berkerja, tapi itu dipalsukan oleh para tersangka. ‎Dengan dicabutnya paspor dan visa karena bermasalah, para korban akan stateless (tanpa kewarganegaraan), dan dengan begitu pemerintah Tiongkok terpaksa memulangkan mereka lewat KBRI di Tiongkok," kata Umar.

Seperti diketahui, Ditreskrimum Polda Jawa Barat telah menangkap tiga tersangka yaitu, Thjiu Djun alias Vivi binti Liu Chiung Syin dan Yusuf Halim alias Aan sebagai perekrut, serta warga negara Tiongkok Guo Changsan Sebagai perantara. Ketiganya kini ditahan di Markas Polda Jawa Barat.

"Satu warga Tiongkok lain, Then Mui Khiong, masih buron. Dia sebagai perantara juga," ucap Umar.

Kini ke 11 korban TPPO tersebut berada di dua provinsi berbeda di China. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat.


(RRN)