Debat Pilgub Jabar Ricuh, Bawaslu Panggil KPU Jabar

Roni Kurniawan    •    Selasa, 15 May 2018 15:11 WIB
pilgub jabar 2018
Debat Pilgub Jabar Ricuh, Bawaslu Panggil KPU Jabar
ilustrasi-medcom.id

Bandung: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Barat segera memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat terkait kericuhan saat debat publik II Pilgub Jabar di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin, 14 Mei 2018 kemarin. Bawaslu akan meminta keterangan dari KPU serta kronologis kericuhan.

Ketua Bawaslu Jabar, Harminus Koto, menerangkan kata penutup dari salah satu pasangan calon peserta Pilgub Jabar diduga menjadi pemicu kericuhan di ujung acara debat.

"Debat kedua ini, pada awalnya berjalan dengan bagus, kemudian closing statement itu yang menjadi pemicu terjadinya reaksi dari pendukung paslon lain," kata Harminus di kantor Bawaslu Jabar, Jalan Turangga, Kota Bandung, Selasa, 15 Mei 2018.

Harminus mengatakan, peran KPU sangat penting dalam debat publik kedua yang berujung kericuhan. Pasalnya KPU mengetahui visi misi program dari setiap paslon yang dilontarkan pada debat tersebut.

"Apakah KPU sudah memberikan hal-hal yang menjadi debat itu menjadi betul-betul menyangkut visi dan misi dan program," sambungnya.

Baca: Alasan Sudrajat-Syaikhu Pamer Kaos 2019 Ganti Presiden

Selain itu, Harminus pun akan meminta keterangan dari KPU terkait peraturan yang diterapkan pada sesi debat publik. Pasalnya paslon nomor urut 3 menyampaikan visi misi di luar konteks debat Pilgub Jabar.

"Apakah keempat pasangan calon tersebut sudah diberikan warning ataupun pencegaahan terkait dengan hal-hal yang tidam terduga terjadi," pungkasnya.

Sesi akhir debat publik II Pilgub Jabar berakhir ricuh antara pendukung paslon. Itu terjadi setelah paslon nomor urut 3 melakukan clossing statement dan menyinggung dengan Pilpres 2019.

Baca: KPU Jabar Menyayangkan Kericuhan Jelang Debat Berakhir


(LDS)