Nur Mahmudi Masih di Bawah Pengawasan Polisi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 08 Oct 2018 15:08 WIB
kasus korupsi
Nur Mahmudi Masih di Bawah Pengawasan Polisi
Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi tiba di Markas Polresta Depok untuk diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi proyek pelebaran jalan, Kamis 13 September 2018, Medcom.id - Octa

Depok: Polisi memastikan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekretaris Daerah Depok Harri Prihanto masih berada di dalam kota. Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Jalan Nangka yang merugikan negara kurang lebih Rp10,7 miliar.

Baca: Eks Wali Kota Depok Nur Mahmudi jadi Tersangka Korupsi
 

Kasubag Humas Mapolresta Depok AKP Firdaus mengaku menerima pengembalian berkas kasus korupsi dari Kejaksaan Negeri pada 4 Oktober 2018. Ia mengaku masih ada yang harus dilengkapi dari berkas tersebut.
 
"Ada beberapa petunjuk dari jaksa penuntut umum untuk dilengkapi. Saat ini penyidik tengah melengkapi petunjuk tersebut," ujar Firdaus di Depok, Jawa Barat, Senin, 8 Oktober 2018.
 
Firdaus enggan menanggapi soal masa pencegahan kedua tersangka. Yang pasti, keduanya masih di Depok.
 
Kepala Kantor Imigrasi Depok Dadan Gunawan mengatakan, masa pencegahan Nur Mahmudi dan Harri berakhir pada 22 September 2018. Namun ia tak mendapat permohonan soal perpanjangan pencekalan.
 
"Yang jelas di sistem kami sudah tidak ada (pencekalan) atas nama yang bersangkutan. Itu (pencekalan) terakhir tanggal 22 September sudah berakhir, ya otomatis di sistem kami pun terhapus," paparnya.
 
Nurmahmudi diduga menyalahgunakan kekuasaan terkait proyek pelebaran Jalan Nangka. Sebab proyek tersebut tidak disahkan DPRD Depok. Nur Mahmudi juga disebut-sebut mengeluarkan surat pembebasan lahan yang ditanggung pengembang apartemen yang berlokasi di sekitar Jalan Nangka.
(RRN)