Warga Diminta Tak Berdemonstrasi Soal Pembakaran Bendera

Bayu Anggoro    •    Jumat, 26 Oct 2018 12:44 WIB
Pembakaran Bendera HTI
Warga Diminta Tak Berdemonstrasi Soal Pembakaran Bendera
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Foto: MI/Bayu Anggoro

Bandung: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta warganya menahan diri merespon peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut. Warga tak perlu berunjuk rasa yang dapat memicu perselisihan.

Uu mengakui ada yang tersakiti akibat peristiwa itu. Tapi, ia mengingatkan peristiwa itu sedang ditangani kepolisian.

Baca: Pembawa Bendera HTI Diduga Massa 212

"Percayakan semua kejadian ini kepada kepolisian," kata Uu di Gedung Sate Kota Bandung, Jumat, 26 Oktober 2018.

Polisi, lanjut Uu, telah menyikapi masalah tersebut. Itu lebih baik ketimbang melakukan aksi yang dapat memicu perselisihan.

Menurut Uu, peristiwa itu terjadi lantaran adanya perbedaan tafsir. Ia yakin pelaku tak berniat membakar kalimat Tauhid yang tertulis di bendera itu. Sebab, pelaku juga muslim.

,"Ya namanya juga manusia, manusia itu tempatnya salah, tempatnya khilaf. Maka di sini keutamaan Islam, ada maaf," kata Uu.

Insiden pembakaran bendera tersebut terjadi saat perayaan Hari Santri Nasional di Lapangan Limbangan, Garut, Jawa Barat, 22 Oktober 2018. Bendera itu disebut-sebut sebagai milik simpatisan organisasi terlarang HTI.

Aksi pembakaran itu menuai pro dan kontra. Sebagian pihak menilai bendera yang dibakar merupakan tulisan kalimat tauhid. Namun, Mabes Polri memastikan bendera itu lambang organisasi terlarang HTI. HTI kerap mengibarkan bendera serupa di setiap aktivitasnya.


(RRN)