Empat Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK

Pepaya California, Budi Daya dari Dana Desa

Hendrik Simorangkir    •    Senin, 22 Oct 2018 19:53 WIB
4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK
Pepaya California, Budi Daya dari Dana Desa
Warga Desa Badak Anom, Kabupaten Tangerang, memanen pepaya california yang pembudidayaannya memanfaatkan Dana Desa, Medcom.id - Hendrik

Tangerang: Pepaya california menjadi komoditas yang dibudidayakan warga di Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten. Lebih 100 warga terlibat dalam pembudidayaan buah tersebut.

Kepala Desa Badak Anom Sanwani mengatakan menerima Dana Desa sejak 2015. Dana yang dikucurkan langsung dari pemerintah pusat bukan sekadar untuk membangun infrastruktur. Tapi, warga Desa Badak menggunakan dana tersebut untuk memperbaiki perekonomian.

Berikut daftar Dana Desa yang diterima Desa Badak Anom:
- 2015, Rp721 juta
- 2016, Rp1,134 miliar
- 2017, Rp1,6 miliar
- 2018, Rp2,3 miliar

"Kami mengelola dana itu untuk infrastruktur, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pembinaan untuk meningkatkan perekonomian," kata Sanwani saat Medcom.id berkunjung pada Jumat, 28 September 2018.

Pepaya california pun menjadi pilihan untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Badak Anom. Menurut Sanwani, pada 2017, ia berinisiatif mengajukan ke pemerintah daerah untuk membudidayakan pepaya tersebut di desanya.

Pengajuan disetujui. Sanwani lalu merekrut warga yang tak bekerja. Mereka pun mulai menyiapkan lahan untuk berkebun pepaya.

Lahan seluas enam Hektare di dua lokasi pun dipilih. Sanwani dan beberapa warga lalu menggunakan uang dari Dana Desa sebagai modal awal sebesar kurang lebih Rp25 juta. Modal itu untuk membeli bibit, pupuk, hingga peralatan bercocok tanam.

Pada awal Januari 2018, warga mulai menanam bibit. Warga bergotong royong memelihara tanaman hingga akhirnya pada Maret, pepaya dipanen. 

Masa panen dilakukan tiap dua bulan sekali. Warga telah memanen sebanyak tiga kali. Namun di kali kedua, panen gagal. 


(Warga memelihara lahan perkebunan pepaya california di Desa Badak Anom, Kabupaten Tangerang, yang modalnya berasal dari Dana Desa, Medcom.id - Hendrik)

Warga mendapatkan dua hingga empat ton pepaya saat panen. Mereka lalu menjual hasil panen ke tiap pasar di wilayah  Kabupaten Tangerang dengan harga Rp2 ribu per kilogram. Pendapatan di panen pertama kurang lebih Rp35 juta.

Namun, kata Sanwani, mereka mendapat kendala untuk mendistribusikan pepaya california. Yaitu sulit menembus pasar modern, karena sudah ada produsen yang dimiliki oleh pasar modern. 

"Untuk saat ini, yang membeli pepaya california kami hanya pedagang di sekitaran Kabupaten Tangerang. Kami belum bisa menembus pasar di luar kabupaten," ungkap Sanwani.

"Tapi Alhamdulillah mereka bisa merasakan manfaatnya," jelas Sanwani.

Sanwani berharap Dinas Perdagangan Kabupaten Tangerang dapat memberikan motivasi dan dorongan untuk memasarkan pepaya california. Harapannya, pepaya california bisa tembus ke pasar nasional.

"Sampai saat ini kami baru sebatas pertemuan dan pembahasan terkait budidaya pepaya ke pihak dinas perdagangan. Selain itu, saya juga sudah mengusulkan budidaya pepaya california Desa Badak Anom ini akan dibuat manisan. Itu semua dilakukan untuk dapat mengenalkan hasil perkebunan Desa Badak Anom ke seluruh Indonesia. Tapi, saat ini kita masih mengalami kedala pendistribusian penjualannya," papar Sanwani.

Selain itu, Sanwani tengah menyiapkan pemanfaatan Dana Desa untuk pertanian seperti padi dan sayur mayur. Tujuannya, menciptakan lapangan pekerjaan kepada warga yang menganggur.

Bawi, tokoh masyarakat Desa Badak Anom, mengapresiasi kegiatan peningkatan perekonomian yang memanfaatkan Dana Desa. Untuk mengelola lahan seluas enam Hektare, empat kelompok bergotong-royong mengerjakan kegiatan tersebut. Satu kelompok beranggotakan 10 warga.

"Hasilnya itu bisa dirasakan oleh warga untuk kebutuhan ekonomi dan juga bisa untuk pemasukan kas desa," jelas Bawi.



(RRN)