Cerita Lurah Pisangan, jadi Saksi Mata Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen

Farhan Dwitama    •    Minggu, 11 Feb 2018 16:35 WIB
kecelakaan lalu lintas
Cerita Lurah Pisangan, jadi Saksi Mata Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen
Lurah Pisangan, Idrus Asenih (53), memberikan keterangan di RSUD Tangsel, Minggu 11 Februari 2018.

Tangerang: Sebanyak 26 orang tewas dalam kecelakaan maut di tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Sabtu 10 Februari 2018. Lurah Pisangan, Idrus Asenih mengaku masih syok dengan musibah yang menimpa puluhan warganya itu.

“Saya sedih, enggak kuat saya,” kata Idrus, Minggu, 11 Februari 2018. 

Tak hanya itu, Idrus juga tampak lemas menyaksikan langsung rombongan Rapat Akhir Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata, menjadi korban dalam insiden maut itu.

“Saya melihat sendiri, tapi benar-benar saya tidak mampu membantu korban. Saya enggak sanggup,” kata dia.

Baca: 18 Jenazah Korban Tanjakan Emen Dimakamkan Satu Liang Lahat

Idrus yang merupakan ketua rombongan perjalanan itu, mengaku sempat mendapat firasat tak enak untuk melakukan perjalanan rapat koperasi sekaligus tamasya oleh warga Pisangan itu. 

“Saya awalnya enggak mau ikut, tapi karena saya dekat sekali sama warga dan Ibu-ibu, saya akhirnya ikut bersama istri,” ucap dia. 

Diterangkan Idrus, bus yang mengalami kecelakaan itu, adalah bus pertama yang berisi 51 penumpang. “Bangkunya sebanyak 59 tapi diisi 51 orang, tapi memang di bus itu yang paling banyak diisi,” terang dia yang menumpang bus ketiga itu. 

Diterangkan Idrus, perjalanan RAT dan tamsya itu melibatkan 3 unit bus, yang diikuti 151 peserta. Mereka berangkat dari Ciputat pukul 05.30 WIB untuk menuju Lembang, Jawa Barat.

“Tujuan kami RAT sekaligus jalan-jalan ke Lembang, namun kita setelah rapat hendak mandi air hangat ke Ciater. Dan 15 menit setelah itu kejadian kecelakaan terjadi,” kata dia. 



(ALB)