Satu Korban Jembatan Ambruk di Tanjungsari Meninggal

Arga sumantri    •    Selasa, 02 Jan 2018 06:03 WIB
jembatan rubuhjembatan putus
Satu Korban Jembatan Ambruk di Tanjungsari Meninggal
Jembatan gantung di lokasi wisata penangkaran rusa Cariu, Kampung Girijaya, Tanjung Sari, Kabupaten Bogor ambruk. Foto: Dok. Polres Bogor

Bogor: Jumlah korban jembatan gantung ambruk di lokasi wisata Penangkaran Rusa Cariu di Kampung Girijaya, Tanjung Sari, Kabupaten Bogor terus bertambah. Data terbaru menunjukkan total ada 35 orang yang jadi korban, satu di antaranya tewas.

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Muhaimin mengatakan, korban meninggal atas nama Neni. Wanita berusia 45 tahun itu meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Cileungsi. 

"Korban meninggal dunia di rumah sakit, luka dialami cukup parah, dirujuk ke RSUD Cileungsi, informasinya keluar darah dari telinga," kata Muhaimin seperti dikutip dari Antara, Selasa 2 Januari 2018.

Neni merupakan warga Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Muhaimin menyebut jasad Neni sudah dibawa ke rumah duka di Bekasi. "Untuk korban meninggal dunia sudah dibawa pulang ke rumah duka di Bekasi," kata Muhaimin.

Sementara itu, 34 korban lainnya masih di rawat di beberapa rumah sakit. Mereka yang mengalami luka ringan dilarikan ke Puskesmas Tanjungsari. Sedangkan, korban mengalami luka berat dirujuk ke RS Medi Cibarusa Bekasi, dan RS Permata Jonggol. 

"Korban jembatan gantung putus merupakan pengunjung wisata penangkaran rusa, sebagian besar berasal dari Bogor, ada juga dari Bekasi, Cikarang dan Karawang," beber Muhaimin.

Jembatan gantung di lokasi wisata penangkaran rusa ambruk sore kemarin. Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP Andi M Dicky menyatakan, jembatan gantung yang terbuat dari bambu itu membentang sepanjang 40-50 meter. 

Jembatan biasa digunakan sebagai penghubung wisatawan menuju lokasi penangkaran rusa. Lebar jembatan tidak sampai 1,5 meter. Sementara, ketinggiannya ditaksir 2 ,5 meter dari sungai Cibeet. Jembatan diduga ambruk lantaran kelebihan muatan.


(AGA)