Buntut Kerusuhan, Fasilitas Menelepon di Lapas Cirebon akan Ditambah

Ahmad Rofahan    •    Rabu, 21 Mar 2018 20:13 WIB
kerusuhan penjara
Buntut Kerusuhan, Fasilitas Menelepon di Lapas Cirebon akan Ditambah
Petugas membersihkan sisa-sisa kerusuhan di Lapas Klas I Cirebon, Rabu, 21 Maret 2018, Medcom.id - Rofahan

Cirebon: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Cirebon, Jawa Barat, bakal menambah warung telepon khusus (Wartelsus) yang berada di area Lapas. Rencana itu untuk memenuhi permintaan warga binaan setempat.

Kepala Lapas Klas I Cirebon Heni Yuwono mengatakan hanya ada satu wartel di setiap blok. Nantinya, jumlah wartel bertambah menjadi dua atau tiga.

"Kami akan tambah dalam waktu dekat," ujar Heni di Cirebon, Rabu, 21 Maret 2018.

Heni mengatakan jumlah warga binaan sebanyak 878 orang. Saat petugas merazia pagi tadi, warga binaan protes. Mereka menyampaikan aspirasi soal alat komunikasi terbatas.

"Makanya kami akan penuhi. Kalau nanti kita sudah fasilitasi, tidak ada alasan lagi mengenai masalah komunikasi,” kata Heni.

Baca: Kerusuhan Terjadi di Lapas Cirebon

Warga binaan meminta izin untuk menggunakan telepon genggam dalam Lapas. Namun Heni menolak. Heni meminta warga binaan memanfaatkan wartel di setiap blok.

Dengan demikian, data nomor dan pembicaraan dapat direkam. Tujuannya, meminimalisasi penyalahgunaan alat komunikasi.

Warga binaan menolak razia handphone. Padahal razia rutin dilakukan tiap hari. Mereka meminta petugas mengurangi intensitas razia. 

Suasana memanas. Warga binaan rusuh. Mereka melemparkan pecahan kaca dan batu ke petugas. Beberapa kamera CCTV rusak.

Tapi kini, kondisi kembali normal. Warga binaan kembali ke sel. Tak ada korban dalam kejadian tersebut.


(RRN)