Gula Petani Disegel, Gula Rafinasi Bebas Beredar

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 22 Aug 2017 15:37 WIB
gula
Gula Petani Disegel, Gula Rafinasi Bebas Beredar
Ketua DPC APTRI Pabrik Gula (PG) Sindanglaut Rasim Agus Sanusi -- MTVN/Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Ribuan ton gula milik petani di Cirebon, Jawa Barat, disegel Kementrian Perdagangan. Pada saat bersamaan, gula rafinasi beredar bebas di pasaran tanpa ada penindakan.

Kondisi tersebut ditemukan pengurus Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) saat melakukan sidak di sejumlah gudang gula. "Ternyata di sana (gudang gula) sangat banyak gula rafinasi," kata Ketua DPC APTRI Pabrik Gula (PG) Sindanglaut Rasim Agus Sanusi di Cirebon, Selasa 22 Agustus 2017.

Rasim mengaku, sangat kecewa dengan temuan tersebut. Ia mengatakan, sekitar 2.000 petani terdampak dari penyegelan oleh Kemendag tersebut.

"Kami sangat mempertanyakan tindakan penyegalan ini " kata Rasim.

(Baca: 7.077 Ton Gula Petani Cirebon Disegel Kemendag)

Menurut Rasim, peyegelan tersebut sangat janggal. Apalagi, Dinas Perdagangan Kabupaten Cirebon tidak tahu-menahu terkait penyegelan tersebut.

Kepala Bidang Tanaman PG Sindanglaut Mochamad Wisri Mustofa menambahkan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan kejelasan mengenai alasan penyegelan. Informasi yang didapat, penyegelan disebabkan kadar icumsa (pewarnaan) yang tidak sesuai standar.

"Namun, kami juga masih belum jelas," kata Wisri.

Sebelumnya, sebanyak 7.077 ton gula milik petani yang tersimpan di PG Sindanglaut disegel tim dari Kemendag sejak 13 Agustus 2017.  Padahal, APTRI baru saja menandatangani kesepakatan penjualan dengan Bulog Cirebon.

Belum ada informasi sampai kapan penyegalan dilakukan. Informasinya, saat ini sedang dilakukan uji laboratorium kualitas gula oleh Kemendag.


(NIN)