Ujian Nasional Dihapus, Ini Kata Bupati Purwakarta

Pelangi Karismakristi    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:34 WIB
purwakarta ads
 Ujian Nasional Dihapus, Ini Kata Bupati Purwakarta
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengyambangi salah satu sekolah di Purwakarta. Foto: Dok. Pemkab Purwakarta

Metrotvnews.com, Purwakarta: Pemerintah berencana menghapus Ujian Nasional (UN) dari sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini mendapat apresiasi dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, dirinya mengaku sudah lama mengusulkan penghapusan ujian yang dilakukan serentak se-Indonesia tersebut.

"Saya sudah lama mengusulkan penghapusan Ujuan Nasional, beberapa kali sempat kirim surat. Karena saya kira Ujian Nasional itu tidak sesuai dengan kultur pendidikan Indonesia," ucap Dedi di rumah dinasnya Jalan Gandanegara Nomor 25 Purwakarta.

Menurut Dedi, karakteristik Indonesia yang plural ini membutuhkan formulasi pendidikan yang komperhensif. Maka dari itu standarisasi kualitas pelajar tidak bisa menggunakan kriteria yang sama.

"Karakter setiap wilayah di Indonesia itu kan berbeda, sangat plural. Maka sudah seharusnya penentuan kelulusan ada pada guru yang sehari-hari mengajar, bukan pada pemerintah. Indikatornya cukup dua hal saja, pertama penilaian budi pekerti dan yang kedua keahlian siswa," papar pria uang baru saja dianugerahi penghargaan Dwidja Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia itu.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi itu pun mengidentifikasi masalah yang kerap mendera pelajar di sekolah. Dia menilai, pelajar sudah cukup dibebani dengan mata pelajaran yang banyak setiap hari. Ujian Nasional hanya akan menambah beban pelajar tersebut.

"Pelajar tingkat SMP saja harus dijejali 17 mata pelajaran. Harusnya kita adopsi saja sistem ujian yang ada di Finlandia, pelajar cukup diuji dengan mata pelajaran bahasa nasional dan boleh memilih pelajaran yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Saya kira dengan begitu pelajar akan lebih termotivasi," tegas dia.

Pemkab Purwakarta sendiri telah menerapkan Sistem Pendidikan Berkarakter Berbasis Pendidikan Aplikatif sejak 2008. Para pelajar di wilayah ini diberikan pelajaran berdasarkan minat dan bakatnya selain pelajaran akademik yang sudah tercantum dalam kurikulum.

Contohnya saja para pelajar di SMAN 1 Campaka telah berhasil melaksanakan panen raya komoditas padi, mentimun, kangkung dan kacang panjang. Bahkan pelajar SMPN 6 Purwakarta yang juga tergabung dalam tim sepakbola ASAD 313 Jaya Perkasa segera diterbangkan ke London Inggris untuk berlatih bersama Klub Sepakbola setempat Queens Park Ranger. 


(ROS)