Di HUT ke-48, 57 Ribu Warga Purwakarta Ucapkan Sampurasun

Reza Sunarya    •    Senin, 22 Aug 2016 13:19 WIB
rekor muri
Di HUT ke-48, 57 Ribu Warga Purwakarta Ucapkan Sampurasun
Bupati Purwakarta menerima penghargaan dari MURI terkait pengucapan Sampurasun, MI - Reza Sunarya

Metrotvnews.com, Purwakarta: Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memecahkan rekor dunia terkait budaya Sunda. Pada peringatan hari jadi ke 48 Kabupaten Purwakarta, 57 ribu warga mengucapkan 'Sampurasun' dan memukul kentongan.

Festival budaya berlangsung di depan Patung Egrang, Jalan Sudirman, Purwakarta, pada Sabtu malam 20 Agustus. Festival menampilkan tarian bernuansa bambu.

Setelah tari pembukaan, peserta berjalan beriringan. Mereka mengucapkan salam khas masyarakat Sunda yaitu Sampurasun. Mereka juga memukul kentongan yang disebut 'Kohkol'. Kegiatan itu berlangsung di area Gedung Kembar.


(Bupati Dedi di tengah-tengah kegiatan pengucapan Sampurasun yang memecahkan rekor MURI, MI - Reza Sunarya)

‘Sampurasun’ merupakan salam khas orang Sunda yang memiliki arti memohon maaf untuk menyempurnakan sebuah pertemuan dengan sesama manusia. Sedangkan Kohkol merupakan alat pukul yang jadi tradisi masyarakat Sunda. Saat Kohkol dipukul, itu menandakan alarm bahaya di kalangan masyarakat.
 
Kegiatan itu mendapat apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Perwakilan MURI Deamaian Awan Rahargo menyerahkan penghargaan rekor tersebut kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

"Purwakarta itu bagus ya. Karena setiap tahun selalu konsisten. Bikin acara bukan sekadar acara. Tapi acara yang memiliki unsur etnik dan kebudayaan yang kuat, sehingga sangat menarik untuk siapapun, baik dalam maupun luar negeri. Kali ini kami menobatkan Purwakarta sebagai pemegang rekor dunia pengucapan Sampurasun dan pukul kentongan dengan peserta terbanyak," kata Deamaian.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menerima anugerah tersebut. Dedi menjelaskan Sampurasun dan Kohkol merupakan dua hal dari kebudayaan Sunda yang memiliki akar sosiokultur yang kuat. Keduanya berangkat dari semangat saling menghargai dan gotong royong antarsesama.


(Bupati Dedi berinteraksi dengan warga Purwakarta dalam kegiatan pengucapan Sampurasun, MI - Reza Sunarya)

“Dalam Sampurasun ada semangat saling menghargai dan toleransi, bayangkan saja orang baru ketemu tapi minta maaf, tapi ya itulah orang Sunda. Itu cara mereka meraih kesempurnaan hidup. Sementara Kohkol atau kentongan memiliki nilai gotong royong," kata Dedi.
 
Yogi Kusuma, 23, warga asal Kota Bandung mengaku kagum dengan kegiatan tersebut. Ia mengaku sengaja mendatangi Purwakarta untuk menyaksikan kegiatan itu.

“Excited pokoknya mah! Sangat bangga karena tradisi orang Sunda kini begitu dihargai oleh semua kalangan," ungkap Yogi.

Acara itu bukan akhir dari rangkaian perayaan peringatan hari jadi Purwakarta. Pada 27 Agustus mendatang, pemerintah menggelar festival etnik kelas dunia. Festival itu merupakan acara puncak perayaan Purwakarta.



(RRN)