Pro Kontra Sistem Ganjil Genap Tol Cikampek

Antonio    •    Senin, 05 Mar 2018 16:20 WIB
tol cikampeksistem ganjil genap
Pro Kontra Sistem Ganjil Genap Tol Cikampek
Sejumlah truk melintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat. (ANT/Risky Andrianto)

Bekasi: Kebijakan ganjil genap di Tol Cikampek mulai berlaku pada 12 Maret 2018. Mudah saja ditebak, kebijakan tersebut langsung menuai pro kontra di masyarakat.

Indra, pengemudi, misalnya, menyetujui kebijakan ganjil genap. Menurut dia, sistem ini bisa mengurai kemacetan di Tol Cikampek. 

"Ganjil genap bagus juga," kata Indra di Bekasi, Senin 5 Maret 2018.

Antonius Tri Wahyudi, pengemudi lainnya, tak setuju sistem ini. Dia cemas aturan ganjil genap hanya akan mempersulit aktivitasnya. "Bikin susah aja."

Menurut Antonius, sejatinya pemerintah mengebut penyelesaikan proyek infrastruktur dan perbaikan transportasi massal. "Mestinya dicukupi dulu transportasinya. Kayak LRT biar selesai dulu," tambahnya.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, aturan ganjil genap bukan hal baru. Dia mencontohkan, Sudirman-Thamrin, Jakarta sudah  memberlakukan ganjil genap sejak lama. 

"Semua kendaraan tertumpuk di Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Ini konsentrasi di Bekasi dulu. Setelah itu, saya akan bergerak ke Jagorawi," tutupnya.



(LDS)