Kronologi Kematian Bos Matahari

Rizky Dewantara    •    Rabu, 14 Mar 2018 10:53 WIB
Bos Matahari Tewas
Kronologi Kematian Bos Matahari
Jasad Hari ditemukan di Sungai Ciliwung, Bogor.

Bogor: Kematian pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) Hari Darmawan mash diselidiki polisi. Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengungkap kronologi sebelum tewasnya Hari. Jenazah Hari ditemukan tewas ditemukan tewas di Sungai Ciliwung, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 10 Maret 2018 pagi.

Dicky memaparkan, pada Jumat sore, 9 Maret 2018, korban mengadakan rapat dengan stafnya di TWM. Kemudian berlanjut makan malam di restoran siap saji di Jalan Raya Puncak dekat Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 19.00 WIB.

Lanjut Dicky, Hari kemudian berangkat ke vilanya di Jalan Hankam Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, diantar oleh sopirnya bernama Oking. Saat tiba di vila, Hari Darmawan mengecek kondisi sekitar vila.

Kemudian, kata Dicky, pria kelahiran 27 Mei 1940 itu, meminta Oking untuk mengambilkan air minum di dalam mobil yang diparkir di halaman rumah warga sekitar pukul 21.30 WIB.

"Berdasarkan kesaksian sopirnya, saat ambil minum, sopirnya (Oking) sempat melihat korban (Hari Darmawan) turun ke bawah mendekati sungai," jelas Dicky, di Mapolresta Bogor, Jawa Barat, Rabu, 14 Maret 2018.

Baca: Penyebab Kematian Bos Matahari Masih Diselidiki

Dicky menuturkan, saat Oking kembali ke vila, Hari sudah tidak berada di tempat. Oking sempat mencarinya di sekitar vila dan warung, tapi korban tak kunjung ditemukan.

"Sopirnya lalu menelpon pihak keamanan TWM untuk membantu mencari korban. Setelah datang, mereka mencarinya," ujar Dicky.

Pihak TWM kemudian melaporkan kehilangan bosnya itu ke pihak kepolisian setempat, saat itu. Polisi sempat menemukan jejak kaki yang diduga bekas korban, di bibir sungai Ciliwung atau di bawah bangunan vilanya itu. Karena gelap, pencarian dilanjutkan esok pagi.

"Ada dugaan korban terpeleset dan jatuh ke sungai di lokasi yang tidak ada pagarnya. Makanya besok paginya dicari di sekitar sungai," kata Dicky.

Baca: Polisi Visum Jenazah Hari Darmawan

Diungkapkan Dicky, pada Sabtu sekitar pukul 06.30 WIB, tim SAR dan petugas kepolisian menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal tersangkut di bebatuan, sekitar 100 meter dari lokasi jatuhnya korban.

"Di TKP kami menemukan uang pecahan Rp100 ribu ada 40 lembar di saku celana kanan. Sepatu, telepon genggam dan dompet hilang," ujar Dicky.

Meski demikian, Dicky menyatakan, dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik oleh orang. Hanya luka lecet, lebam, dan sobek diduga akibat terkena benturan batu saat terbawa arus.

"Dari pemeriksaan fisik tidak ada tanda kekerasan akibat orang," tegasnya.

Dicky mengungkap, hingga kini pihaknya sudah memeriksa 11 saksi termasuk seorang sopir pribadinya yang ada di lokasi. 

"Untuk pihak keluarga Hari Darmawan belum kami periksa karena masih berduka," kata dia.

Mantan Kapolres Karawang itu mengatakan, terkait kematian Hari Darmawan, meninggal karena bunuh diri atau dibunuh, pihaknya belum bisa memastikan karena masih dalam penyidikan.

"Waktu kejadian tewasnya korban minim saksi. Saat itu hanya sopirnya yang ikut, tidak ada orang lain," pungkas Dicky.


(LDS)