Dishub Seleksi Badan Usaha yang Siap Bekerja Sama dengan Taksi Online

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 01 Feb 2018 19:13 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Dishub Seleksi Badan Usaha yang Siap Bekerja Sama dengan Taksi Online
Petugas Dishub melakukan operasi simpatik terkait Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 di Kota Bandung, Kamis 1 Februari 2018, Medcom.id - Octa

Bandung: Dinas Perhubungan Jawa Barat menyeleksi puluhan badan usaha yang siap menampung pengemudi transportasi berbasis aplikasi alias taksi online. Proses seleksi terkait dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Kepala Dishub Jabar Dedi Taufik menyebutkan 32 badan usaha siap bekerja sama dengan taksi online. Mereka terdiri dari 14 perusahaan terbatas dan 18 koperasi.

"Sebanyak 460 kendaraan disiapkan untuk bergabung dengan lembaga-lembaga tersebut," ungkap Dedi di Bandung, Kamis 1 Februari 2018.

Langkah selanjutnya, kata Dedi, badan usaha mengurusi izin soal kuota dan armada taksi online. Pengurusan dilakukan di masing-masing kabupaten dan kota.

"Lalu badan usaha agar mendapatkan Kartu Pengawasan (KP) untuk mengetahui taksi online tersebut beroperasi di wilayah mana," bebernya.

Dedi menjelaskan, masa penyesuaian untuk peraturan tersebut telah berjalan sejak November 2017 lalu. Saat ini, Dishub menjalankan Permenhub dengan melakukan operasi simpatik.

"Saat ini kita mulai melakukan operasi simpatik, masa transisinya (penyesuaian) tiga bulan ini di lapangan kita lihat seperti apa, bagi yang belum mengurus perijinan ya ikuti prosesnya. Inti pentingnya dari PM 108 ini, harus bisa disikapi oleh semua pihak," jelasnya.

Selanjutnya, Dedi mengimbau kepada badan usaha yang merupakan penyedia jasa taksi online, bersedia menyediakan dan mengurus sarana transportasi tersebut.

"Jadi semua harus disiapkan, apakah sarananya sudah diurusi,kalau masalah pengujian kendaraan tinggal ke Dishub kabupayen kota saja, belum ada embos, tidak apa - apa tinggal pake kir aja. Ini kan berkaitan  dengan pelayanan dan keamanan kendaraan, semua tinggal proses," pungkasnya.


(RRN)