13 Kasus Penyerangan Ulama di Jabar Hoaks

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 23 Feb 2018 16:12 WIB
penyerangan
13 Kasus Penyerangan Ulama di Jabar Hoaks
Garing batas dari kepolisian terpasang di depan Gereja Santa Lidwina Bedog Sleman. (medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Bandung: Dari 15 kasus dugaan penyerangan terhadap ulama di wilayah Jawa Barat, hanya dua kasus yang benar terjadi. Sedangkan lainnya dinyatakan hoaks. Dua kasus yang dinyatakan benar terjadi yaitu di Cicalengka dan Kota Bandung.

"Tidak ada peristiwa penganiayaan terhadap ulama oleh orang sakit jiwa yang lain dari pada kasus ini (dua kasus yang benar terjadi)," ungkap Dirkrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana di RS Sartika Asih, Kota Bandung, Jumat, 23 Februari 2018.

Umar menjelaskan, Polda Jabar tengah bekerjasama dengan Direktorat Siber Mabes Polri dalam bentuk teknologi untuk mendalami kasus hoaks penyerangan ulama dan kasus yang benar terjadi.

"Ini sedang kita dalami, apakah ada kaitannya atau tidak antara kasus yang satu dengan kasus hoaks yang lainnya mengenai penyerangan terhadap ulama ini. Nanti sistem yang akan berbicara," bebernya.

Selanjutnya, dari laboratorium siber itu, diyakini akan ada korelasi antara informasi hoaks dari satu tempat dengan lokasi lainnya. Sehingga diharapkan terungkap siapa penyebar informasi kebohongan tersebut.

"Jadi bisa dipastikan Polda Jabar bekerjasama jajaran Polres yang dibantu tim Siber Mabes Polri kita akan menemukan siapa orang-orang yang ada di belakang ini semua," paparnya.

Sementara itu, menurut Umar isu di sosial media tiga hari ke belakang telah berubah. Tak lagi perihal penyerangan ulama dan orang tidak waras, melainkan ke arah PKI.

"Hoaks kini bergeser, yang terakhir itu ke organisasi terlarang (PKI)," pungkasnya.


(LDS)