Kapolda Jabar Minta Perusahaan Kurangi Bus Angkut Massa ke Jakarta

Ahmad Rofahan    •    Senin, 28 Nov 2016 12:36 WIB
unjuk rasa
Kapolda Jabar Minta Perusahaan Kurangi Bus Angkut Massa ke Jakarta
Kapolda Jabar Bambang Waskito saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Mapolresta Cirebon, Senin (28/11/2016). (Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Bambang Waskito membantah telah melarang Perusahaan Otobus (PO) mengangkut massa yang akan melakukan unjuk rasa di Jakarta, 2 Desember.

“Saya tidak melarang, hanya meminta untuk dikurangi saja,” kata Bambang, tanpa menjelaskan secara pasti jumlah pengurangannya, saat peluncuran Panic Button di Polresta Cirebon, Senin (28/11/2016).

Baca: Wakapolri: Maklumat Kapolda Metro Bisa Diterapkan Wilayah Lain

Bambang juga mengaku sudah mengeluarkan maklumat yang hampir sama dengan maklumat yang dikeluarkan Kapolda Metro Jaya. Dalam maklumat tersebut, selain meminta kepada massa untuk mentaati hak dan kewajiban dalam menyampaikan pendapat, ia juga meminta kepada warga, untuk tidak berbondong-bondong berangkat ke Jakarta.

“Di sana, kan, sudah banyak orang. Nanti penuh banget di sana,” kata Bambang.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang mengaku belum mengetahui berapa elemen dari Jawa Barat yang akan berangkat melakukan aksi 212. Namun menurutnya, Polda Jabar akan mengawal peserta aksi tersebut sampai ke lokasi.

Baca: Pengasuh Ponpes Buntet Minta Ulama Menegur Ahok

Sementara itu, bagian operasional PO Sahabat Encu Syamsudin mengakui jika mendapatkan surat imbauan dari kepolisian. Surat tersebut menjelaskan tentang sanksi yang bisa diberikan oleh pihak kepolisian, jika menyediakan fasilitas bagi peserta aksi, yang berujung tindak pidana.

“Isinya kurang lebih seperti itu. Bukan larangan, tapi imbauan. Namun, hingga saat ini, kami belum menerima order untuk transportasi massa ke Jakarta,” ujarnya.


(SAN)