Jembatan Ambruk Akibat Banjir Bandang, 5 Desa di Ciamis Terisolasi

Yosep Trisna, Edwan Hadnansyah    •    Sabtu, 15 Oct 2016 11:52 WIB
bencana alam
Jembatan Ambruk Akibat Banjir Bandang, 5 Desa di Ciamis Terisolasi
Seorang warga melihat keadaan longsor dan amblas jalan penghubung antarkampung di Kampung Cijati, Desa Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (8/6/2015). Foto: Antara/Novrian Arbi

Metrotvnews.com, Ciamis: Banjir bandang meruntuhkan jembatan di Desa Langkapsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat malam 14 Oktober 2016. Akibatnya, lima desa terisolasi karena jembatan itu merupakan akses satu-satunya.

Jembatan putus ini juga membuat anak-anak sekolah harus memutar arah. "Putusnya jembatan membuat kendaraan harus berputar 9 kilomter lebih jauh," kata Didi, warga setempat, ditemui Sabtu (15/10/2016).

Didi mengatakan bencana itu membuat harga kebutuhan pokok naik hingga 40 persen dari biasanya. 

Sementara itu, otoritas Desa Langkapsari berencana membangun jembatan darurat dari bambu agar akses warga di lima desa kembali lancar.

Sementara itu, empat hari usai longsor tebing setinggi 30 meter yang terjadi di Desa Cikarang, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, masih mengisolasi masyarakat kampung Cikarang dan Cibuluh. 

Puluhan kepala keluarga harus mengungsi menghindari longsor lanjutan. Warga yang hendak beraktivitas harus memutar hingga 10 kilometer.

Bupati Bandung Barat Abu Bakar mengatakan akan menerjukan alat berat untuk membersihkan tanah longsoran. "Ini adalah longsor terbesar di Saguling," kata dia.

Longsor menimbun 2 rumah dan melukai seorang warga. Belasan rumah lainnya terancam longsor susulan. Sejauh ini sudah ada delapan peristiwa longsor di Kabupaten Bandung Barat. Longsor dipicu curah hujan yang tinggi.

 


(UWA)