Lima Terduga Teroris Ditangkap di Indramayu

Nurul Hidayah    •    Minggu, 15 Jul 2018 15:28 WIB
terorisme
Lima Terduga Teroris Ditangkap di Indramayu
ilustrasi-medcom.id

Indramayu: Sebanyak lima terduga teroris ditangkap di sejumlah lokasi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Penangkapan dilakukan sepanjang Sabtu, 14 Juli hingga Minggu, 15 Juli 2018. 

Informasi yang dihimpun, lima terduga teroris yakni AS, 43; I, 16; R, 30; dan M, 39, mereka ditangkap pada Sabtu. Sementara, terduga teroris MU, 32, ditangkap pada Minggu dini hari. Mereka ditangkap di empat lokasi berbeda. 

AS dan I adalah bapak dan anak, ditangkap di bengkel motor milik AS di Jalan Raya Anjatan, Blok Benuk, Kecamatan Anjatan, Indramayu. Saat penangkapan, petugas mengerahkan sebuah mobil penjinak bom.

R,30, diamankan di rumah kontrakan di wilayah Blok Sukajadi, Desa Sukajati, Kecamatan Haurgeulis, Indramyu. R sehari-hari berprofesi sebagai tukang sol sepatu. 

Setelah menangkap R, petugas menggeledah kediaman asli R di daerah Ciparuh, Kecamatan Haurgeulis. Dari penggeledahan itu, petugas menemukan sejumlah dokumen dan bendera ISIS. 

Sedangkan M, ditangkap di wilayah Kecamatan Kandanghaur, Indramayu. M Berprofesi sebagai pedagang asongan. Sementara MU ditangkap di Pasar Tulung Agung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. 

MU yang merupakan warga Blok Pilangsari, Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, ditangkap saat mengantarkan kue ke Pasar Tulung Agung.

Ketua RT dimana AS dan I tinggal, Karmini, mengungkapkan usai penangkapan petugas mengamankan sejumlah benda dari bengkel milik AS.

"Ada cobek, sangkur, dan kawat tembaga. Itu yang saya lihat," ungkap Karmini. 

Karmini menuturkan, AS dan I memang warga asli di wilayahnya. I diakui Karmini tidak bersekolah, tapi bekerja sebagai montir di bengkel ayahnya.

Sedangkan Ketua RT tempat M tinggal, Marni, mengaku tidak mengetahui aktivitas M secara mendalam. "Tapi M warga asli sini," ungkapnya. 

Ayah M, Talim, mengaku tidak melihat prilaku yang aneh dari anaknya. Talim tidak menyangka, anaknya ditangkap petugas. 

"Tidak menyangka," singkat dia. 


(LDS)