Seorang Siswa SMK di Jaksel Diduga Jadi Korban Kekerasan Kakak Kelas

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 20 Aug 2018 21:27 WIB
kekerasan
Seorang Siswa SMK di Jaksel Diduga Jadi Korban Kekerasan Kakak Kelas
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Depok: RW, seorang siswa kelas X di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta Selatan diduga mengalami kekerasan dari kakak kelasnya.

RW harus dilarikan ke Rumah Sakit Graha Permata Ibu, Jalan Raya Beji, Kota Depok, oleh pihak keluarga.

Menurut informasi yang dihimpun dari sepupu korban bernama Bobby mengalami pendarahan di bagian limpa hingga akhirnya harus menjalani operasi.

"limpanya pecah, dia pendarahan dan limpah ini harus diangkat, dioperasi. Itu yang paling parah," kata Bobby saat ditemui di Rumah Sakit, Senin petang, 20 Agustus 2018.

Bobby menjelaskan, RW baru saja pindah dari Papua. Bobby menduga jika RW menjadi korban bullying oleh kakak tingkatnya beberapa hari sebelum perayaan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia.

Meski demikian, Bobby enggan menyebut secara rinci nama sekolah tempat sepupunya menimba ilmu tersebut.

"Sepupu saya dipanggilah sama kakak kelasnya ke lantai dua. Dikira mau disuruh ikut lomba," jelas Bobby.

Namun, ternyata di sebuah ruangan korban telah ditunggu oleh sejumlah kakak kelasnya yang langsung menyuruh RW push up, dengan maksud ditatar dan memperoleh beberapa tindakan kekerasan. 

"Perutnya diinjak, dipukul ke arah muka. Yang paling parah itu di perut karena sampai pendarahan di bagian limpanya. Di bagian pinggang dan perut juga kelihatan disitu memar," beber Bobby.

Menurut Bobby, setelah melakukan aksi tersebut, para pelaku juga sempat mengancam agar tidak melaporkan kejadian yang dialaminya kepada siapapun.

Khawatir dengan kondisi korban, kemudian pihak korban membawanya ke rumah sakit. Dan dari hasil pemeriksaan rekam medis, limpa korban mengalami pendarahan.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga membuat laporan ke kantor polisi.

"Kata dokter limpanya sudah pecah dan harus dioperasi. Sekarang adik saya masih terbaring lemah. Kita sudah laporin ke polisi. Kami sudah maafin tapi kami harap ada keadilan. Pihak sekolah juga harus bertanggung jawab. Ini masalah serius jangan sampai ada korban yang lain," pungkas Bobby.


(DEN)