Harga Garam Petani Cirebon Anjlok

Ahmad Rofahan    •    Rabu, 23 Aug 2017 13:07 WIB
harga garam
Harga Garam Petani Cirebon Anjlok
Para petani menimbang garam hasil tambak di Cirebon, Jawa Barat. (Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Harga garam di tingkat petani anjlok lebih dari 300 persen. Jika sebelumnya di kisaran Rp2.500-Rp2.800 per kilogram, sejak garam impor garam tiba, harga garam petani hanya Rp700 per kilogram.

“Harga garam dari petani yang masih di pinggir laut, dihargai Rp700. Sedangkan kalau sudah dibawa ke pinggir jalan sekitar Rp1.000,” kata Asep salah satu petani garam, di Cirebon, Jawa Barat, Rabu, 23 Agustus 2017.

Menurutnya, masuknya garam impor ke Indonesia berdampak besar pada anjloknya harga garam petani. Sejak garam impor tiba, harga garam petani langsung anjlok sekitar Rp500 setiap harinya. Hingga saat ini, mencapai titik terendah hingga Rp700.

“Harganya mengalami penurunan sejak garam impor masuk,” kata Asep.

Hal serupa juga dikatakan Ibnu. Harapannya untuk mendapatkan untung besar dari hasil tambak garamnya, musnah. Saat ini, produksi garam di wilayahnya sudah mulai meningkat. Para petani juga sudah banyak yang melakukan panen.

“Namun harganya malah anjlok,” kata Ibnu. Ia berharap, pemerintah segera menghentikan impor garam, karena sangat merugikan petani lokal. 

Pemerintah mengeluarkan kebijakan Impor garam sebesar 75 ribu ton dari Australia. Impor dilaksanakan oleh PT Garam yang mendapatkan penugasan impor garam sebagai bahan baku untuk konsumsi sebesar 75.000 ton dengan kadar NaCl 97 persen.

Garam impor masuk ke tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Ciwandan Banten, Tanjung Perak Surabaya, dan Pelabuhan Belawan Medan. Tiga pelabuhan dipiliah agar penyebaran garam ke sejumlah industri kecil menengah (IKM) di wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan.


(SAN)