Penumpang Protes, Kode Booking KA Dianggap Hangus

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 30 Jun 2017 16:40 WIB
mudik lebaran 2017ramadan 2017
Penumpang Protes, Kode Booking KA Dianggap Hangus
Purwanto dan Cantika NIken Herwanti (putrinya), saat berada di ruang tunggu Stasiun Cirebon. --MTVN/Rofahan--

Metrotvnews.com, Cirebon: Purwanto dan Anaknya Cantika NIken Herwanti dibuat kaget, saat kode booking hasil pembelikan tiket secara online, dianggap tidak berlaku. Padahal, ia mengaku sudah membayar lunas tiket tersebut melalui ATM Bank Mandiri sejumlah Rp712ribu untuk dua orang penumpang.
 
Purwanto menceritakan, ia melakukan booking kereta Argo Dwipangga jurusan Cirebon-Solobalapan pada Kamis 29 Juni 2017. Dari hasil pemesanan lewat online, ia diminta untuk melakukan pembayaran dengan batas waktu hingga pukul 00.01 30 Juni 2017. Purwanto mengklaim, dirinya sudah melakukan pembayaran sekitar pukul 23.00 melalui ATM Mandiri dan dinyatakan berhasil.
 
“Uangnya juga sudah berkurang dari ATM,” kata Purwanto saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jum’at 30 Juni 2017.

Transaksi tersebut baru diketahui bermasalah, ketika ia dan ankanya mencoba untuk melakukan chek in di Stasiun Cirebon dengan menggunakan kode booking yang sudah didapatkan. Namun, kode booking tersebut ternyata sudah tidak berlaku. Purwanto kemudian mencoba menayakan masalah tersebut kepada Customer Service di Stasiun Cirebon.
 
“Kata Customer Service, kode booking tersebut sudah tidak berlaku. Karena dianggap tidak dibayarkan, sehingga hangus,” kata Purwanto.
 
Purwanto akhirnya terpaksa melakukan pembelian ulang tiket kereta api dengan uang kontan. Purwanto sangat menyesalkan peristiwa ini, karena menurutnya, ia bisa saja gagal berangkat jika tiket tersebut sudah habis dan ia tidak membawa uang tunai.
 
“Kalau tiketnya sudah habis atau saya tidak membawa uang tunai untuk membeli tiket, saya mungkin bisa gagal berangkat,” kata Purwanto.
 

Cantika NIken Herwanti saat menunjukkan kodebooking yang dianggap sudah tidak berlaku. --MTVN/Rofahan--

Sementara itu, Cantika , putri dari Purwanto, mengaku sudah menghubungi pihak Bank Mandiri melalui customer service. Namun diminta untuk menunggu. Ia mau menanyakan uang ditabungannya yang sudah tersedot di ATM, namun pembayarannya tiketnya dianggap gagal oleh PT KAI.
 
“Pembayaran tiket kami dianggap gagal oleh PT KAI, tapi uangnya tetap tersedot. Jadi kami lagi menunggu jawaban dari Bank Mandiri. Sudah lapor melalui CS, tapi katanya suruh menunggu,” kat Cantika.
 
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Krisbiyantoro, juga menyesalkan terjadinya peristiwa ini. Menurutnya, peristiwa tersebut bukan merupakan tanggungjawab PT KAI, melainkan tanggungjawab Bank. Kris menduga, ada permasalahan dalam sistem transaksi, sehingga pembayaran belum sampai pada PT KAI.
 
“Sehingga, kami tidak menganggap pembayaran tersebut,” kata Kris.
 
Walaupun begitu, Kris mengaku akan mencoba menelusuri kasus ini untuk mengetahui inti dari permasalahnnya. Kris menambahkan, kasus seperti ini baru terjadi di Daop 3 Cirebon. Pihaknya juga sudah meminta nomor kontak yang bersangkutan, jika diperlukan informasi lanjutan.
 
“Sudah saya minta nomor kontaknya, jika nanti diperlukan informasi lanjutan,” kata Kris.


(ALB)