Miko Ditolak Masuk Lapas Sukamiskin

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 31 Aug 2017 18:27 WIB
angket kpk
Miko Ditolak Masuk Lapas Sukamiskin
Kalapas Sukamiskin Dedi Handoko, MTVN - Octavianus

Metrotvnews.com, Bandung: Miko Panji Tirtayasa, saksi kasus suap sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), berencana mendatangi Lapas Sukamiskin Kota Bandung, Jawa Barat. Namun, Kepala Lapas Sukamiskin Dedi Handoko akan menolak kedatangan Miko.

Dedi mengaku mendapat kabar rencana kedatangan Miko. Namun, hingga pukul 15.00 WIB, Kamis 31 Agustus 2017, Dedi tak menemukan Miko di Lapas.

"Saya sudah cek ke dalam tidak ada kunjungan atas nama Miko," kata Dedi di Bandung.

Miko adalah saksi dalam sidang kasus suap sengketa Pilkada yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Setelah ditetapkan sebagai terpidana, Akil kini menghuni sel di Lapas Sukamiskin.

Miko merupakan keponakan dari Muhtar Effendi. Muhtar juga terpidana kasus yang sama dengan Akil Mochtar dan mendekam di Lapas Sukamiskin.

"Bila kedatangannya terkait materi pemeriksaan, kami tolak. Namun bila dalam rangka menjenguk pamannya, silakan saja," ujar Dedi.

Miko Panji Tirtayasa merupakan saksi kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK). Namanya kembali mencuat setelah menghadiri pertemuan dengan Pansus Hak Angket KPK di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 25 Juli 2017.

Kesaksian palsu

Saat itu, Miko mengaku diberikan identitas palsu oleh KPK. "Yang tadinya namanya Niko menjadi Miko. Mungkin supaya orang tidak rebutan nyari (pihak yang dirugikan). Walaupun mukanya sama," kata Miko di hadapan Pansus.

Miko menjelaskan dirinya diberikan KTP baru yang merupakan kopian atas nama Miko Panji Tirtayasa, dan kartu pegawai KPK langsung dari penyidik KPK, Novel Baswedan. Miko menunjukkan bukti foto di hadapan Pansus.

"Ini agar saya tidak terkena oleh pidana umum. Karena Pak Novel ini mencari celah. Beliau ini mengecek ke Polsek Cibinong, Polres Tasimalaya, maupun Polres Sukabumi dan Polres Kabupaten Bandung. Ternyata masih ada umum dengan pekerjaan saya dan sekarang selesai," ujar dia.

Miko merasa terancam dan tertekan sehingga menerima tawaran Novel untuk memberikan kesaksian palsu di sejumlah persidangan. Yaitu di antaranya pada persidangan Muchtar Effendy, Akil Mochtar, Romi Herton dan Budi Antoni Aljufrie.

"Penyerahannya (identitas palsu), ada suratnya. Lengkap dengan tanda tangan. Tapi di beliau (suratnya). Bukan di kita," ujar dia.

Miko menambahkan dalam semua BAP dan kesaksian di muka persidangan, ia menggunakan identitas palsu pemberian Novel. Dengan kesaksian palsunya itu, beberapa orang divonis penjara, misalnya saja Akil Mochtar.

Baca: Miko Panji Sebut Diberi Identitas Palsu oleh KPK

Ia mengatakan, dipaksa mengaku sebagai asisten Muchtar Effendy yang menjadi pesakitan di KPK. Miko dipaksa mengakui bahwa ia mengetahui semua transaksi keuangan, pertemuan dengan Romi Herton (mantan Wali Kota Palembang), Budi Anton Aljufrie (mantan Bupati Empat Lawang) dan harus mengakui mengantarkan uang ke kediaman Akil Mochtar (mantan Ketua MK) .

Padahal, kata Miko, dia belum bekerja dengan Muchtar. Ia juga dipaksa mengakui bahwa semua aset milik Muchtar yang juga pamannya milik Akil Mochtar. Itu harta Akil hasil suap Romi Herton dan Budi Anton Aljufrie.

Lihat video:
 


(RRN)