Aa Gym: Tak Cukup Kerja Kerja Kerja, tapi Akhlak Akhlak Akhlak

Roni Kurniawan    •    Kamis, 17 Nov 2016 12:33 WIB
kasus hukum ahok
Aa Gym: Tak Cukup Kerja Kerja Kerja, tapi Akhlak Akhlak Akhlak
Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar. Foto: Metrotvnews.com/Roni

Metrotvnews.com, Bandung: Dai kondang K.H. Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym merindukan seorang pemimpin yang mempunyai akhlak yang baik saat mengemban tugas. 

Konteks cakapnya mengacu pada kasus penistaan agama yang menimpa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut Aa Gym, kasus itu harus menjadi pelajaran berharga bagi para pemimpin.

"Tidak cukup kerja kerja kerja, tapi juga akhlak akhlak akhlak. Karena yang jadi masalah ini masalah akhlak. Kita sangat merindukan para pemimpin yang selain bisa bekerja, juga berakhlak mulia," kata Aa Gym, di Masjid Daarut Tauhid, Jalan Gegerkalong Girang Nomor 38, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/11/2016).

Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini mengatakan seorang pemimpin akan menjadi panutan masyarakat dalam setiap tingkah laku serta kebijakan yang diambil. Ia menegaskan warisan yang paling utama dari para pemimpin bukan semata pembangunan fisik.

"Namun juga perilakunya bisa ditiru dan menjadi teladan bagi anak cucu kita. Warisan terpenting dari seorang pemimpin bukan bangunan fisik, tapi bangunan akhlakul karimah. Mari jargonnya kita tambah kerja kerja kerja akhlak akhlak akhlak," tuturnya.

Aa Gym pun berharap masyarakat bisa berkaca terhadap kasus yang menimpa Ahok dan menjadi pelajaran untuk membangun bangsa yang kuat. Ia mengajak masyarakat agar pintar dalam memilih pemimpin, terlebih kini mulai memasuki pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah.

"Semoga kita semua bisa mengambil hikmah terus mendoakan agar negeri kita ini jauh lebih dewasa dan matang. Serta punya pemimpin berkualitas, jernih hati, jernih pikiran, dan dekat dengan akhlak Rasullullah," kata dia.

 


(UWA)