17 Kuda Asian Games asal Belgia Tiba di Bandara Soetta

Farhan Dwitama    •    Sabtu, 11 Aug 2018 19:47 WIB
asian games 2018
17 Kuda Asian Games asal Belgia Tiba di Bandara Soetta
17 ekor kuda asal Belgia tiba di Bandara Soekarno- Hatta, kota Tangerang, Banten pada Jumat, 10 Agustus 2018 sore. Medcom.id/ Farhan Dwitama.

Tangerang: 17 ekor kuda asal Belgia tiba di Bandara Soekarno- Hatta, kota Tangerang, Banten pada Jumat, 10 Agustus 2018 sore. Kuda tersebut akan disertakan cabang olahraga equestrian Asian Games.

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian langsung melakukan pengawasan untuk menjamin kesehatan dan keamanan kuda-kuda tersebut.

"Saya memastikan bahwa tim teknis Karantina Hewan Karantina Soekarno Hatta mengawal kesehatan dan keamanan kuda ini sesuai dengan persyaratan internasional, sebagaimana sudah ditegaskan oleh Pak Mentan," kata Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Agus Sunanto, di kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu, 11 agustus.

Ke 17 ekor kuda pacu itu, nantinya akan dikirim ke Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP) Pulomas, Jakarta.

Kuda-kuda itu, terbang dari negara asalnya Belgia dengan menaiki pesawat Qatar Emiri Air Force dan mendarat perdana di parking stand Terminal Kargo Bandara. 

Agus menyatakan, kuda-kuda tersebut merupakan peserta Asian Games yang mewakili empat negara yakni: Kyrgyztan, Uzbekiztan, Iran, dan Indonesia. Rencananya pada 14 Agustus 2018 mendatang akan datang kembali  38 ekor kuda asal Eropa dari 20 negara peserta.

"Kedatangan 17 kuda merupakan kali kedua setelah pada 29 Juli 2018 lalu. Kuda asal Tiongkok telah lebih dahulu datang ke Indonesia dan kini masih berada dalam masa perkarantinaan," jelas Agus.

Agus kemudian menerangkan, bahwa Badan Karantina Pertanian bertanggungjawab menjaga kesehatan kuda-kuda yang akan berlaga di cabang Equestrian tersebut selama 24 jam. 

Pengawasan dan pemantauan kesehatan kuda serta aktivitasnya tersebut dilakukan oleh tim dokter hewan yang bertugas di Karantina. Tim dokter hewan karantina ini memantau perkembangan kuda-kuda tersebut hingga layak dibawa ke arena pertandingan.

"Seluruh kuda Asian Games yang tiba di Indonesia diberi perlakuan desinfektan dan footmat. Footmat ini merupakan karpet berisi desinfektan sebagai anti mikroorganisme, sehingga kuda menapakan kakinya pertama kali dengan menginjak footmat sebagai tindakan biosekuriti," jelas Agus.

Berbeda dengan kuda asal Tiongkok yang harus melalui pemeriksaan di negara asal dan dikarantinakan terlebih dahulu di Instalasi Karantina Hewan (IKH), kuda asal Uni Eropa tidak perlu dilakukan pengamanan dengan dua kali proses seleksi. 

Hal ini lanjut dia, karena Uni Eropa memiliki kelebihan dengan sistem kesehatan yang sangat baik dan seleksi yang sangat ketat, atau sering disebut dengan istilah High Health Performance (HPP). Status kesehatan hewan asal Uni Eropa pun telah memenuhi standar EDFZ atau standar zona bebas penyakit kuda.

Berdasarkan ketentuan dan persyaratan karantina, bilang Agus, terdapat tiga penyakit penting pada kuda yang perlu dipastikan statusnya sebelum diperbolehkan masuk ke arena Asian games, yaitu: Dourine, Glanders dan Equine Infectious Anemia (EIA). 

"Hal ini sesuai dengan persyaratan EDFZ dan Permentan No. 28 Tahun 2018 tentang Tindakan Karantina Hewan terhadap pemasukan dan pengeluaran kuda untuk perlombaan, pemeriksaan terhadap penyakit EIA, Glanders dan Dourine wajib dilakukan," jelas Agus.


(DEN)