Penembak Polisi Diyakini Masih di Sekitar Tegal-Brebes

Media Indonesia    •    Rabu, 29 Aug 2018 08:19 WIB
penembakan polisi
Penembak Polisi Diyakini Masih di Sekitar Tegal-Brebes
Ilustrasi--Medcom.id

Cirebon: Dua orang yang diduga pelaku penembakan dua polisi di Tol Kanci-Pejagan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, masih berkeliaran di perdesaan wilayah Kabupaten Tegal dan Brebes, Jawa Tengah. Hal itu dikatakan Sekretaris Camat Margasari Teguh Mulyadi atas dasar info dari warganya, kemarin.

Keterangan yang diperolehnya menyebutkan ada tiga orang datang menggunakan dua sepeda motor ke Puskesmas Margasari. Sebelumnya mereka lebih dulu mencari bidan di Desa Marga Ayu, Kecamatan Margasari. Mereka sempat bertanya kepada sejumlah tukang ojek dan warga yang sedang duduk-duduk di desa tersebut. Kala itu sekitar pukul 23.00 WIB.

"Mereka mengaku polisi dan habis menangkap copet. Copetnya tertembak dan diborgol," tutur Teguh, Selasa, 28 Agustus 2018.

Mereka beranjak ke Desa Kalisalak, Kecamatan Margasari. Di situ mereka juga mencari bidan. Namun, bidan di desa itu menolak karena tidak bisa dan tidak ada alatnya. "Kepada bidan itu, mereka juga ngakunya polisi," ujarnya.

Akhirnya ketiga orang tersebut menuju Puskesmas Margasari. Mereka sempat marah-marah di puskesmas itu karena para petugas medis juga tidak sanggup mengambil proyektil di tubuh orang itu. "Yang ngamuk yang tidak luka. Dia sempat mengeluarkan pistol, tapi akhirnya pergi," jelasnya.

Teguh menduga mereka masih berkeliaran di sekitar Margasari hingga perbatasan Kabupaten Brebes. "Prediksi saya, mereka ngumpet di antara hutan Balapulang sampai Margasari," ucapnya.

Baca: Polisi Korban Penembakan di Cirebon Dapat Kenaikan Pangkat

Sebelumnya, Ipda Dodon Kusdianto, salah satu polisi yang ditembak, akhirnya meninggal dunia. Jenazah Dodon dimakaman di kampung halamannya di Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.
Pemakaman dilakukan dengan upacara kedinasan yang dipimpin Kapolres Cirebon AKB Suhermanto di permakaman desa setempat.

Suhermanto menyatakan dua anggota PJR yang ditembak di ruas Tol Kanci-Pejagan sudah mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat. "Kenaikan pangkat dilakukan berdasarkan keputusan dari Kapolri," ungkapnya.

Soal kondisi Ipda Widi Harjan, Kapolres mengatakan sudah stabil. Dua peluru yang bersarang di tangan dan dadanya sudah diangkat. (UL/JI/TS/J-3)


(YDH)