Ulama Bosnia Terpukau Pidato Jokowi soal Keberagaman

Rizky Dewantara    •    Rabu, 02 May 2018 18:04 WIB
konferensi ulama
Ulama Bosnia Terpukau Pidato Jokowi soal Keberagaman
Presiden Joko Widodo (kiri) disaksikan Imam Besar Al Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb (kiri) memberikan sambutan ketika pembukaan Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) tentang Wasathiyah Islam di Istana Bogor. (ANT/Wahyu Putro)

Bogor: Mustafa Ceric, ulama asal Bosnia, menyanjung sosok Presiden Indonesia Joko Widodo saat membuka Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan se-dunia di Istana Bogor kemarin, Selasa, 1 Mei 2018.

Mantan Grand Mufti Bosnia itu menyatakan, yang dikatakan Presiden Joko Widodo saat pembukaan KTT Ulama dan Cendekiawan se-dunia di Istana Bogor, sangat unik dan tidak biasa.

"Sebagai tokoh politik, pernyataan Presiden Indonesia di dalam pidatonya memberikan bukti bahwa negara Indonesia memberikan contoh pentingnya menjaga keberagaman dan toleransi dalam satu bangsa," ujar Mustafa, di Hotel Novotel Bogor, Jawa Barat, Rabu, 2 Mei 2018.

Baca:Jokowi: Ulama Berperan Penting bagi Perdamaian Dunia

Ia menyebut Presiden Jokowi memiliki tata bahasa yang baik dan luar biasa saat berbicara di hadapan tokoh agama dunia.

"Umat Islam Indonesia merupakan bukti negara yang damai, rukun, dan sejahtera. Ini perlu dijadikan contoh bagi negara-negara lain," ucap dia.

Ia juga menuturkan umat Islam sejak dulu tidak mempunyai dosa sejarah. Perang dunia pertama, kedua, dan bom atom tidak diprakarsai oleh umat Islam. 

"Oleh karena itu umat Islam di dunia tidak mempunyai sejarah peperangan. Jadi, perdamaian itu harus terus dijaga sesama umat beragama," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengaku agama Islam juga menjadi satu-satunya yang menyebut agama lain di dalam Alquran.

"Islam adalah agama yang inklusif dan menghargai perbedaan," pungkasnya.

Baca: Pesan Toleransi Presiden Jokowi saat Buka KTT Ulama se-Dunia



(LDS)