Tak Mau Siswa Stres, Bupati Larang Guru di Purwakarta Beri PR

Reza Sunarya    •    Kamis, 08 Sep 2016 12:14 WIB
pendidikan
Tak Mau Siswa Stres, Bupati Larang Guru di Purwakarta Beri PR
Ilustrasi siswa SMP, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Purwakarta: Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menilai pemberian tugas pekerjaan rumah (PR) dapat membuat siswa stres. Itulah yang menjadi alasan Bupati Dedi melarang guru memberikan PR pada anak didik.

Menurut Dedi, PR merupakan pekerjaan akademis yang merupakan kegiatan di sekolah. Apalagi, kegiatan itu merupakan pekerjaan setiap hari.

"Jadi tidak perlu ada lagi PR pelajaran matematika, bahasa Indonesia, IPA, IPS dan pelajaran-pelajaran sejenisnya," kata Dedi di ruang kerjanya di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (8/9/2016).

Dedi memperkuat larangan itu dengan menerbitkan surat edaran untuk seluruh sekolah di Purwakarta. Ia meminta guru mengganti PR dengan kegiatan yang merangsang minat dan kreatvitas siswa.

"Misalnya sastra, mengarang lagu, seni rupa, dan tugas lain," lanjut Dedi.

Ini bukan kali pertama Dedi membuat surat edaran terkait para siswa. Awal Agustus, Dedi melarang siswa-siswi di Purwakarta mengendarai sepeda motor ke sekolah.

Baca: Pelajar Kendarai Sepeda Motor di Purwakarta Terancam tak Naik Kelas

Alasannya, anak-anak tak seharusnya mengendarai kendaraan bermotor. Usia yang masih muda membuat kondisi kejiwaan mereka labil saat berkendara.



(RRN)