Sampah Antariksa Jatuh

Indonesia Bisa Ajukan Ganti Rugi, Hikmahanto: Prosesnya Rumit

Wandi Yusuf    •    Jumat, 07 Oct 2016 20:10 WIB
pesawat jatuh
Indonesia Bisa Ajukan Ganti Rugi, Hikmahanto: Prosesnya Rumit
Director comercial sales SpaceX saat melihat bongkahan dari roket Falcon 9 di Kantor LAPAN, MTVN - Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia bisa mengajukan ganti rugi terkait sampah antariksa milik perusahaan Amerika Serikat SpaceX yang jatuh di Kabupaten Sumenep. Namun, butuh proses berliku.

"Pengajuan ganti rugi harus datang dari warga yang dirugikan," kata pengamat hukum internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat (7/10/2016).

Namun, menurut dia, prosesnya panjang. Ganti rugi yang diajukan warga harus diakomodasi pemerintah Indonesia. Kemudian, pemerintah Indonesia mengajukannya ke pemerintah Amerika. Ganti rugi baru bisa diberikan jika pemerintah Amerika meminta perusahaan, dalam hal ini SpaceX, untuk memberikan ganti rugi.

Hikmahanto mengatakan aturan mengenai ganti rugi akibat kejatuhan sampah angkasa ini sudah diatur dalam Konvensi tentang Tanggung Jawab Internasional terhadap Kerugian yang Disebabkan oleh Benda-benda Antariksa. Konvensi ini disahkan di Washington 29 Maret 1972.

"Jika Indonesia sudah meratifikasi aturan ini, maka permintaan ganti rugi bisa lebih mudah dilakukan," kata dia.



Di laman Kementerian Luar Negeri tercatat Indonesia telah meratifikasi konvensi ini pada 27 Februari 1996 melalui Keputusan Presiden Nomor 20 Lembaran Negara Nomor 30.

Pasal 2 konvensi menyatakan pemerintah bisa mengajukan ganti rugi jika sampah ruang angkasa jatuh dan menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.

Sebelumnya, LAPAN menyatakan permintaan ganti rugi sulit dilakukan merujuk pada prosesnya yang rumit. Selain itu, nilai kerugian akibat empat objek yang jatuh itu tidak besar. 

Pada 26 September, warga Desa Lombang, Sumenep, geger lantaran ada satu benda jatuh menimpa sebuah kandang sapi. Benda tersebut berbentuk tabung dan berwarna hitam. 

Bukan hanya satu, tapi empat benda yang jatuh di wilayah Sumenep. Polres Sumenep mengamankan dan menyelidiki empat benda tersebut.

Semula isu yang berkembang menyebutkan empat objek itu bagian dari pesawat yang jatuh di Sumenep. Namun, otoritas Bandara Trunojoyo memastikan benda-benda itu bukan bagian dari pesawat. Otoritas bandara pun menegaskan tak ada pesawat jatuh di wilayah tersebut.


(UWA)