Sentul City Dituding Serobot Tanah Warga

Mulvi Muhammad Noor    •    Senin, 19 Sep 2016 19:30 WIB
demo massa
Sentul City Dituding Serobot Tanah Warga
?Ribuan warga berunjuk rasa di Kantor Pemasaran PT Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 19 September. Foto: Metrotvnews.com/Mulvi

Metrotvnews.com, Bogor: Ribuan warga Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berunjuk rasa di kantor pemasaran PT Sentul City Tbk di Jalan M.H. Thamrin, Sentul City, Bogor. Warga menuding perusahaan pengembang properti ini menyerobot lahan untuk dijadikan perumahan. 

Aksi warga mendapat pengawalan ketat anggota Polres Bogor. Massa sempat memblokir akses jalan yang menghubungkan Jalan Lingkar Luar Bogor dan Tol Jagorawi, baik ke arah Jakarta maupun Puncak. 

Ketua Delegasi Warga, M. Oksan mengatakan konflik tanah warga dengan PT Sentul City sudah terjadi sejak 1990. Pihaknya kecewa lantaran perusahaan bersikeras mengklaim tanah warga seluas 1 hektare pada lahan SHGB 15. 

"Konflik ini sudah terjadi cukup lama dan mereka tetap mengklaim tanah milik warga," kata Oksan di sela aksi, Senin (19/9/2016). 

Tidak hanya lahan mereka dicaplok, warga juga merasa diteror orang-orang yang diduga suruhan perusahaan. Belum lama ini, orang-orang yang diduga suruhan PT Sentul City merusak pos keamanan dan kantor desa. 

Advokat Pendamping Masyarakat Desa Bojongkoneng, Rudi Purba, menduga aksi teror dan perusakan masih ada kaitannya dengan konflik lahan dengan warga. Itu terjadi setelah warga tetap menolak menjual lahannya dengan harga murah. 

"Termasuk ada ancaman pembunuhan, kami punya bukti rekamannya," kata Rudi. 

Rudi berharap kepolisian turun tangan untuk menindak aksi teror ini. Terlebih warga sudah melaporkannya ke Mapolres Bogor dengan nomor laporan STBL/B/1232/IX/2016/JBR/RES BGR.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Sentul City, Azis Ganda Sucipta, menilai aksi unjuk rasa ini tidak ada kaitannya dengan warga kebanyakan. Menurutnya, demo warga sarat dengan kepentingan personal. "Yang kami tangkap, ini kepentingan pribadi," kata Azis. 

Lagi pula, kata Azis, PT Sentul City punya kekuatan hukum untuk mengklaim tanah yang dimaksud warga. Tanah tersebut, kata dia, merupakan milik PT Sentul City dan sudah dimenangkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 

Ia pun menekankan peristiwa perusakan serta teror yang diterima warga tidak ada kaitannya dengan PT Sentul City. Pihaknya mengaku tidak tahu dengan kejadian itu. 

"Kami masih buka ruang dialog. Kami ingin hidup damai dan berhubungan baik dengan warga Bojongkoneng," kata Azis.



(UWA)