Kader Gerindra Diminta Menahan Diri

Rizky Dewantara    •    Minggu, 21 Jan 2018 18:53 WIB
penembakan
Kader Gerindra Diminta Menahan Diri
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo -- ANT/Ampelsa

Bogor: Seluruh kader Gerindra diminta mampu menahan diri dan menyerahkan kasus penembakan Fernando Alan Joshua Wowor pada penegak hukum. Kader diharapkan tidak mudah terprovokasi dan tetap solid menjaga barisan.

"Jangan sampai peristiwa duka ini dimanfaatkan pihak tertentu yang ingin merusak nama besar partai dan berupaya mengadu domba partai dengan institusi tertentu," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo di Bogor, Jawa Barat, Minggu, 21 Januari 2018.

Edhy menuturkan bahwa dirinya ditugaskan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk mewakili partai memimpin proses penghormatan dan penyerahan jasad Fernando kepada pihak keluarga di Manado, Sulawesi Utara. "Pihak keluarga sudah ikhlas dan mengamanatkan partai agar terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan pelaku dapat diganjar sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," tegasnya.

(Baca: Saksi dan Polisi Beberkan Kronologi Berbeda Terkait Tewasnya Fernando)

Menurut Edhy, tindakan menghilangkan nyawa orang adalah pelanggaran hukum berat yang tidak bisa dibenarkan. Terlebih, pelaku menggunakan perlengkapan alat dinas di luar jam tugas.

Polisi, lanjut Edhy, butuh seleksi lebih ketat. Brimob yang dipersenjatai juga butuh seleksi.

"Jadi, kalau ada oknum anggota Brimob yang menembak orang sampai meninggal dunia hanya karena masalah sepele, patut dipertanyakan. Berarti ini ada yang salah dengan psikologinya, hingga bisa menembakan senpi ke warga sipil. Polri harus berani melakukan evaluasi terkait hal ini," ungkap Edhy.

(Baca: Gerindra Minta Polisi yang Menembak Anggotanya Diproses Hukum)

Meski pelaku penembakan adalah oknum anggota Polri, Edy percaya Kepolisian dapat bertindak profesional, netral, adil, jujur, dan transparan. "Partai Gerindra akan turut serta membantu mengadvokasi dan mengungkap persoalan ini hingga jelas dan tuntas," pungkasnya.

Sebelumnya, Fernando Alan Joshua Wowor tewas tertembak anggota Brimob, Briptu Achmad Ridhoi Sayidas Suhur, di parkiran tempat hiburan malam, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 20 Januari 2018. Fernando diketahui sebagai kader Partai Gerindra.


(NIN)