Aksi #SaveBuniYani di PN Bandung

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 13 Jun 2017 14:07 WIB
pencemaran nama baik
Aksi #SaveBuniYani di PN Bandung
Aksi massa di depan Gedung PN Bandung saat Buni Yani menjalani sidang kasus pencemaran nama baik, MTVN - Octavianus

Metrotvnews.com, Bandung: Ratusan orang mengawal sidang perdana kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Buni Yani di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat. Mereka menyampaikan dukungan untuk Buni Yani.

Baca: Buni Yani Jalani Sidang Perdana

Pantauan Metrotvnews.com, massa berkumpul di luar gedung PN Bandung, sejak pukul 09.00 WIB, Selasa 13 Juni 2017. Di saat bersamaan, sidang perdana Buni Yani berlangsung di dalam gedung pengadilan.

Massa yang bergabung dalam Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar itu membawa sejumlah kendaraan dan spanduk. Salah satu spanduk bertuliskan: Tegakkan Keadilan #SaveBuniYani.

Asep, pendukung dalam aksi tersebut, menyebutkan ia dan rekan-rekannya datang untuk memberikan dukungan moril pada Buni Yani yang tengah menjalani proses hukum. Ia menilai Buni Yani tak bersalah.

"Makanya kami berikan dukungan, agar diberikan kekuatan dalam menghadapi sidang hari ini," kata Asep di depan Gedung PN Kota Bandung.

Aksi berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Setelah sidang perdana selesai, massa pun bubar.

Adapun agenda sidang perdana yaitu pembacaan dakwaan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Buni Yani atas tuduhan pencemaran nama baik. Isi dakwaan berkaitan dengan tindakan Buni Yani yang mengunggah video pembicaraan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca: Lokasi Sidang Eksepsi Kasus Buni Yani Dipindah
http://jabar.metrotvnews.com/peristiwa/JKRyPyVk-lokasi-sidang-eksepsi-kasus-buni-yani-dipindah

Melalui video yang diunggah di YouTube itu, Ahok berbicara dengan mengutip Alquran Surah Al Maidah ayat 51. Namun menurut Jaksa, ada beberapa kata yang dipenggal di video tersebut.

"Dalam potongan video tersebut, ada penghilangan kata pakai dan postingan yang menimbulkan kebencian," ungkap Jaksa Penuntut Umum Andi M Taupik.

Diduga, video yang diungah Buni Yani itu mengandung isu SARA sehingga berujung pada ujaran kebencian. Buni Yani disangkakan dengan Pasal 28 ayat 2 Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara atau denda kurang lebih Rp1 miliar.


(RRN)