Gerindra Siapkan Mantan Gubernur BI ke Pilgub Jabar

Roni Kurniawan    •    Rabu, 09 Aug 2017 19:30 WIB
pilgub jabar 2018
Gerindra Siapkan Mantan Gubernur BI ke Pilgub Jabar
Burhanudin Abdullah mantan gubernur Bank Indonesia periode 2003-2008, berbincang di Galeri Kebun Seni bersama Forum Diskusi Wartawan Bandung, Jawa Barat. (Antara/Agus Bebeng)

Metrotvnews.com, Bandung: Partai Gerindra kembali memunculkan nama untuk calon gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. Setelah secara terbuka mendukung Deddy Mizwar, kini nama Burhanuddin Abdullah masuk radar partai berlambang garuda merah tersebut.

Nama Burhanuddin sudah tak asing lagi di telinga para simpatisan Gerindra. Pasalnya, Gubernur Bank Indonesia periode 2003-2008 itu kini mengemban tugas sebagai Ketua Dewan Pakar Gerindra.

"Kita akan menawarkan sosok (cagub) baru ke masyarakat Jawa Barat, Ketua Dewan Pakar (Gerindra), Pak Burhanuddin Abdullah," ujar Ketua DPD Gerindra Jabar, Mulyadi saat dihubungi awak media, Rabu, 9 Agustus 2017.

Mulyadi mengatakan, sosok Burhanuddin masuk dalam kriteria cagub yang diinginkan Gerindra. Burhanuddin merupakan putra asli Jabar, lahir di Garut 10 Juli 1947.

"Dimunculkannya Pak Burhanuddin menjadi kandidat sebagai tokoh nasional asal Jabar dan sekaligus kader partai. Ini sebagai bagian untuk disampaikan ke masyarakat Jabar," ucap dia.

Hal itu diakui Mulyadi sebagai salah satu amanat dari Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto yang ingin mencari putra asli Jabar.

"Bahkan Pak Prabowo sampaikan, dari puluhan warga Jabar, pasti ada putra-putra daerah yang memiliki kemampuan untuk memimpin Jabar," imbuhnya.

Tetapi, Mulyadi mengaku, hingga kini Prabowo belum mengeluarkan keputusan terkait calon yang akan diusung ke Pilgub Jabar 2018. 

"Intinya Pak Prabowo belum mengeluarkan keputusan siapa yang dicalonkan, di daerah mana pun untuk pilkada seluruh Indonesia," pungkasnya.

Mantan terpidana korupsi

Burhanudin Abdullah pernah tersangkut kasus penyalahgunaan dana milik Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (YLPPI) senilai Rp100 miliar untuk bantuan hukum lima mantan pejabat BI, penyelesaian kasus BLBI, dan amandemen UU BI. 

Pada pengadilan tingkat pertama, Burhanudin divonis lima tahun penjara subsider enam bulan kurungan dan denda Rp250 juta. Vonis diketuk oleh majelis hakim yang diketuai Gusrizal dalam persidangan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 29 Oktober 2008.

Namun, hukumannya berkurang pada tingkat kasasi. Mahkamah Agung (MA) memangkas hukuman Burhanuddin menjadi tiga tahun penjara. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta. Bila tidak, Burhanudin wajib menjalani tiga bulan kurungan penjara.


(SAN)