Pengungsi Korban Tsunami Pandeglang Mulai Kembali ke Rumah

ant    •    Selasa, 01 Jan 2019 18:19 WIB
Tsunami di Selat Sunda
Pengungsi Korban Tsunami Pandeglang Mulai Kembali ke Rumah
Petugas mendata kendaraan korban terjangan tsunami di Pantai Anyer, Banten, MI - Susanto (Antara)

Pandeglang: Sebagian besar pengungsi korban tsunami yang menerjang pesisir Pandeglang kembali ke rumah setelah aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau menurun.

"Kami senang bisa kembali ke rumah," kata Ending, warga Panimbang, Pandeglang, Selasa, 1 Januari 2019. 

Ia bersama istri tinggal di pengungsian selama tujuh hari pascatsunami menerjang Pantai Panimbang. Beruntung, keluarganya selamat dari terjangan gelombang tsunami setelah menyelamatkan diri dengan berlari ke arah Pasar Panimbang.

"Kami melupakan tragedi bencana itu, namun kini kami harus menatap kehidupan yang baru," katanya.

Begitu juga Rohman, pengungsi GOR Futsal Labuan mengatakan dirinya kini sudah menempati rumah miliknya di Kampung Lantera Desa Cigodang, Kecamatan Labuan. Kondisi rumahnya itu tidak mengalami kerusakan, karena gelombang tsunami begitu cepat juga tidak ada gelombang susulan.

Kemungkinan jika tsunami itu terjadi gelombang susulan dipastikan ribuan rumah hanyut dan rusak berat.

"Kami berharap ke depan tidak ada lagi bencana susulan, sehingga warga kembali membangun kehidupan baru," ujarnya.

Nina, seorang relawan anak di Posko GOR Labuan mengaku sebagian besar pengungsi di sini sudah kembali ke rumah masing-masing dan warga yang masih bertahan akibat kondisi rumahnya ambruk. Saat ini, kata dia,  jumlah anak yang mendapat bimbingan tinggal 110 orang.

"Kami sebelumnya membimbing anak-anak korban tsunami mencapai 480 orang," katanya.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Banten Zaenal mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami yang menerjang Perairan Selat Sunda sebanyak 431 orang terdiri dari di Provinsi Benten 315 orang dan Lampung 116 orang. Sedangkan, korban luka-luka tercatat 1.041 orang itu terdiri atas korban di Provinsi Banten sebanyak 757 orang dan Provinsi Lampung 284 orang.

"Hingga kini kami masih melakukan evakuasi dan pencarian warga yang hilang," katanya.

Ia juga mengatakan jumlah pengungsi tercatat 33.316 orang dan mereka tersebar di Kecamatan Labuan, Menes, Jiput, Pagelaran, Angsana, Cigeulis, Panimbang, Sukaresmi, Cikeudal dan Sumur. 

"Kami berharap warga yang kembali ke rumah bisa menggapai kehidupan yang lebih baik," katanya. 



(ALB)