Rencana Mogok Guru tak Berimbas di Depok

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 16 Oct 2018 20:00 WIB
gurutenaga honorermogok kerja
Rencana Mogok Guru tak Berimbas di Depok
Proses belajar mengajar di salah satu sekolah dasar negeri Kota Depok, Jawa Barat, tetap kondusif walau guru honorer se-Indonesia dikabarkan akan mogok massal. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno

Depok: Pasca-aksi unjuk rasa dan rencana mogok massal guru honorer tidak berimbas ke sejumlah sekolah di Kota Depok, Jawa Barat. Guru, PNS maupun non PNS (honorer), di sejumlah sekolah tidak menunjukkan ikut mogok mengajar.

Misalnya di SD Negeri Depok Jaya 1, Pancoran Mas, Kota Depok. Proses belajar mengajar yang  berjalan dengan kondusif.

Kepala Sekolah SDN Depok Jaya 1 Suhyana mengakui ada ajakan mogok massal sampai ke Kota Depok. Namun, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Depok belum mendengar ada guru yang mogok.

"Ajakan untuk mogok mengajar memang ada, tapi kan kita sebagai Kepala Sekolah mengimbau sesuai pernyataan dari Kemendikbud kemarin bila mogok mengajar berarti tidak profesional," ucap Suhyana saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 16 Oktober 2018.

Permasalahan mengenai aturan yang tidak sesuai bisa langsung disampaikan melalui wakil rakyat di legislatif. Tentunya dengan alasan yang kuat.

"Jangan ikut-ikutan saja. Kalau mau melawan aturan kan tidak perlu pakai mogok," ujarnya.

Dia menyebut Pemerintah Kota Depok telah peduli guru honorer. Namun, ada perbedaan upah yang dibayar sesuai dengan masa kerja. Masa kerja 0-4 tahun dengan ijazah linier dibayar Rp1,25 juta per bulan.

"Nah sekarang kalau masih kecil (gajinya), ya segitu kemampuannya," katanya.

Dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan guru honorer hendak mogok mengajar. Pemerintah pusat padahal telah mengeluarkan solusi bagi honorer yang telah melewati batas usia.

"Solusi yang paling logis dari pemerintah, yaitu mengeluarkan aturan soal Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K)," ucapnya.

Kepala Sekolah SD Bhakti Jaya 1, Haris Fadillah juga menyebut tidak ada guru yang mogok mengajar di sekolahnya. Dirinya tidak pernah mengarahkan atau melarang guru honorer menyampaikan aspirasi.

"Saya bebaskan mereka untuk mengutarakan aspirasi, tidak ada paksaan apa pun. Anteng-anteng saja," tandasnya.

Kepala Sekolah SDN Tapos 2 Kota Depok Zahrul Darmawan juga menyampaikan hal senada. Informasi mogok massal sudah terdengar ke telinganya. Tapi, tidak ada guru honorer di sekolahnya yang berhenti aktivitas hingga saat ini.

"Mereka tetap mengajar tidak ada masalah," pungkasnya.

Guru honorer di sekolah negeri berencana mogok mengajar mulai Senin 15 Oktober hingga 31 Oktober 2018 secara serentak.


(SUR)