Diterjang Banjir dan Longsor, 7.099 Warga Jabar Harus Mengungsi

Roni Kurniawan    •    Rabu, 14 Nov 2018 16:25 WIB
bencana alam
Diterjang Banjir dan Longsor, 7.099 Warga Jabar Harus Mengungsi
Seorang warga membawa perlengkapan tidur untuk mengungsi dari rumahnya yang terendam banjir di Kampung Bojong Asih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (12/11/2018). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/pras.

Bandung: Sebanyak 7.009 jiwa terpaksa harus mengungsi akibat bencana banjir dan longsor yang melanda di beberapa wilayah di Jawa Barat sejak musim hujan awal November 2018. Wilayah tersebut di antaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.

Menurut Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dicky Saromi, ribuan warga tersebut terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari banjir dan longsor yang terjadi pada November ini. Di Kabupaten Tasikmalaya paling banyak warga yang mengungsi akibat longsor yakni sebanyak 520 kepala keluarga terdiri dari 1.130 jiwa.

"Itu terjadi di Cipatujah, Karangnunggap dan Culanmega, Kabupaten Tasikmalaya. Ini paling banyak dibandingkan dua daerah lain, bahkan di Tasik ada korban jiwa enam orang," ujar Dicky di Gedung Sate, Jalan Doponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 14 November 2018.

Sementara warga Kabupaten Bandung yang mengungsi sebanyak 120 kepala keluarga akibat diterjang banjir luapan dari Sungai Citarum sejak sepekan terakhir. 

Namun Dicky mengaku, warga tersebut tidak mengungsi ke tenda-tenda, melainkan ke beberapa masjid serta rumah keluarga terdekat mereka. 

"Umumnya pengungsi-pengungsi ini tidak ditempatkan di tenda, karena tidak semua daerah tergenang, ada tempat seperti masjid atau gedung yang cukup aman untuk pengungsian," sambung Dicky.

Sementara itu, BPBD Jabar telah menyalurkan bantuan logistik untuk kebutuhan para pengungsi terutama makanan siap saji. Beberapa peralatan pun disiapkan bagi warga yang hendak mengungsi termasuk membangun tenda-tenda di tempat yang aman dari banjir dan longsor.

"Logistik yang ada sudah kita bagikan sejak awal 2018 kepada BPBD kabupaten/kota, diantaranya medical kit, makanan siap saji, dan beberapa yang sudah dimiliki kabupaten/kota seperti tenda, perahu, water treatment," pungkas Dicky.


(DEN)