TPST Bantargebang

'Uang Bau' Tak Cukup untuk Beli Air Minum

Antonio    •    Jumat, 26 Oct 2018 18:07 WIB
tpst bantar gebang
'Uang Bau' Tak Cukup untuk Beli Air Minum
Warga berlalu lalang di depan gerbang menuju TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Medcom.id - Antonio

Bekasi: Uang bau. Demikian warga menyebutkan dana kompensasi yang diberikan DKI Jakarta kepada penduduk di sekitar tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Uwa, 60, merupakan salah satu warga yang menerima dana kompensasi tersebut. Ia mengaku menerima dana sebesar Rp200 ribu per bulan. Terkadang, pencairannya tidak setiap bulan. Tapi, pencairannya bisa empat sampai lima bulan.

Entah sejak kapan ia tinggal di Bantargebang. Mungkin, 60 tahun. Yang jelas rumahnya lebih dulu dibangun sebelum ada TPST.

Uwa tinggal bersama istrinya di rumah yang berjarak kurang lebih 100 meter dari tumpukan sampah. Anak-anaknya telah menikah.

"Saya lahir di sini, dari sebelum ada itu (TPST Bantargebang)," kata dia di Bekasi, Jumat, 26 Oktober 2018.

Setiap hari, pagi hingga malam, bau busuk tercium dari arah tumpukan sampah. Air di rumahnya tak bisa diminum. Air tanah hanya bisa dipakai untuk mandi. Untuk konsumsi, ia dan keluarga harus membeli air.

"Kalau di sini masih bagus-bagus masih bisa buat mandi dan masak. Cuma kalau minum pakai air galon. Bisa habis Rp20 ribu per galon," ujarnya.

Jika diakumulasikan, dia dapat mengeluarkan uang sebesar Rp600 ribu tiap bulan untuk membeli air galon. Ia membeli air di warung di sekitar rumah.

Uang kompensasi yang ia terima, lanjut Uwa, digunakan untuk sejumlah hal. Seperti belanja beras dan kebutuhan pokok lainnya.

"Duit cuma segitu buat belanja beli beras beli apa, bayar utang, kalau punya anak sekolah buat bayar sekolah dan lain-lain," ujarnya.

Ia mengaku dana itu tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Lantaran itu, ia dan warga lain meminta pemerintah kota mengusulkan penambahan uang kompensasi tersebut.

Baca: Warga Minta Tambahan Dana Kompensasi TPST Bantargebang

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan akan mengakomodasi usulan tersebut. Ia akan mengajukan penambahan dana tersebut ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Tapi, semuanya nanti akan kami serahkan realisasinya ke DKI," ujar Tri di Bekasi.

Soal kebutuhan air bersih, kata Tri, pemerintah kota tengah membuat saluran ke rumah sekitar TPST. Anggarannya dikeluarkan DKI.

"Anggarannya hampir Rp25 miliar. Akan disiapkan dengan instansi pengelolaan air atau water treatment plant," lanjut Tri.


(RRN)