Asisten Rumah Tangga Aniaya Bayi Majikan Hingga Tewas

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 30 Jan 2019 10:00 WIB
penganiayaan anak
Asisten Rumah Tangga Aniaya Bayi Majikan Hingga Tewas
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Depok: Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Romlah, 66, menganiaya anak majikannya hingga tewas di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Penganiayaan dilakukan hanya karena korban yang masih berusia tiga bulan kerap menangis.

Dalam pengakuannya, Romlah menjejalkan botol susu ke mulut bayi yang diasuhnya hingga akhirnya tewas.

"Saya pernah ngasuh bayi di Sawangan sebelumnya, tapi ga pernah rewel seperti ini. Ditidurin tetap tidak bisa diam," kata Romlah sambil menunduk di Mapolresta Depok, Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa, 29 Januari 2019.

Romlah menjelaskan, selama ini dirinya tidak mempunyai masalah dengan majikannya. Kekesalan terhadap anak majikannya tersebut dilakukan secara spontan.

"Ya saya menyesal sekarang, saya tidak ada masalah apa-apa," jelas Romlah.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang sempat melihat pelaku sedang membawa jasad bayi di sekitar perumahan villa santika F 10 RT 07/10, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Senin, 28 Januari 2019 sekitar pukul 14.00 WIB.

"Warga yang melihat pelaku langsung melapor kepada salah satu anggota Binmas pancoranmas, setelah didatangi ternyata bayi tersebut sudah meninggal. Pelaku langsung diamankan petugas dan dibawa ke Mapolres Depok," ucap Deddy.

Menurutnya, berdasarkan hasil autopsi korban di Rumah Sakit Polri Kramat Jati diperoleh informasi terdapat luka serius di sekitar mulut korban.

"Sementara ini diketahui ada luka-luka lebam di sekitar pipi, sekitar hidung, dan bibir, dan langit langit ujung mulut," beber Deddy.

Deddy menerangkan, dari interogasi penyidik pelaku mengaku sempat mencubit pipi, hidung, dan bibir bayi tersebut sehingga bila dikorelasikan dengan hasil autopsi korban meninggal setelah diberi susu.

"Pelaku ini menidurkan bayi tersebut dalam kondisi terbalik sehingga sesak nafas. Pengakuannya, kesal karena rewel dan menangis terus selama ditinggal orang tuanya," pungkas Deddy.

Romlah kini telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolresta Depok, atas perbuatannya dia diganjar Pasal 80 ayat 3 UU no 53 tentang perlindungan anak juncto pasal 338 tentang pembunuhan, dengan ancaman kurungan 15 tahun.


(DEN)