Rumah Dokter Korban Lion Air Jatuh Diselimuti Haru

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 07 Nov 2018 12:49 WIB
Lion Air Jatuh
Rumah Dokter Korban Lion Air Jatuh Diselimuti Haru
Jenazah dokter Ibnu Hantoro, korban kecelakaan Lion Air PK-LQP akhirnya berhasil diidentifikasi dan langsung dibawa keluarga ke Depok, Jawa Barat. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno

Depok: Jenazah dokter Ibnu Hantoro, korban kecelakaan Lion Air PK-LQP akhirnya berhasil diidentifikasi dan langsung dibawa keluarga ke Depok, Jawa Barat. Suasana haru terlihat menyelimuti kediaman almarhum

Jenazah Ibnu yang tersimpan di dalam peti kayu berwarna coklat tiba sekitar pukul 08.00 WIB, Rabu, 7 November 2018. Sejumlah kerabat, tetangga dan keluarga menyambut jenazah dengan doa.

Peti tersebut terletak di bagian depan rumah. Terlihat Helda, istri Ibnu, menggendong anak pertamanya yang bernama Harisa. Sedangkan anak keduanya digendong keluarga.

Helda terlihat berusaha tegar di hadapan anak-anaknya. Sedangkan matanya terlihat sembab.

Slamet Hantoro, ayah Ibnu, menyebut Harissa sempat bertanya maksud karangan bunga yang berbaris berjajar di pekarangan.

"Anak pertamanya nanya, 'kok nama Papi disebut-sebut terus?', Dia baru bisa belajar membaca," kata Slamet.

Menantunya sudah mengikhlaskan kepergian Ibnu. Keluarga pun hanya bisa mendoakan arwah dokter spesialis penyakit dalam itu diberikan tempat terbaik di sisi Yang Maha Kuasa.

Pria paruh baya ini bersyukur jenazah puteranya teridentifikasi. Slamet mengatakan jenazah akan segera dimakamkan setelah disalatkan sekitar pukul 13.00 WIB.

"Jenazah kita makamkan di TPU Pondok Rangon Jakarta Timur," kata dia.

Keberangkatan Ibnu ke Pangkal Pinang untuk melanjutkan masa pengabdian wajib kerjanya sebagai dokter spesialis. Dia bertugas di RSUD Bangka Belitung selama satu tahun dan selesai pada Februari mendatang.


(SUR)